Perencanaan Wilayah dan kota

Pengadilan Tata Ruang?

Pengadilan Tata Ruang? woww…. secara aku baru tau tentang adanya pengadilan tata ruang yang ada di luar negeri (kalo gak salah inget: Amerika). pagi ini saat kuliah manajemen pembangunan, dosennya cerita tentang manajemen hukum dan regulasi tata ruang. ditengah-tengah kuliah sang dosen cerita kalo di amerika itu ada juga pengadilan tata ruang. tugasnya meneggakkan hukum ketata ruangan gitu deh.
terus saya berfikir, ” wah keren juga tuh, ada pengadilan tata ruang. mendukung banget buat ngelindungi perencanaan yang udah dibuat susah dan ‘mahal’. kalo di indonesia ada, wooowww, keren banget. ”
kalo boleh saya optimis, kedepan indonesia juga punya pengadilan tata ruang, biar rencana yang udah dibuat terealisasi dengan ‘benar’. tentu terlepas dari kondisi negara saat ini yang masih mencari jati diri, indonesia dalam bidang hukum dan peraturan harus punya jati diri lah :). saya meyakini indonesia mampu dan bisa untuk mewujudkannya. kan indonesia punya sarjana-sarjana hukum yang jumlahnya lumayan banyak dan pinter-pinter lagi? 🙂
kalo beneran ada, setidaknya pengaturan ruang untuk mewujudkan perilaku manusia yang baik pun dapat terlaksana. karena tujuan dari tata mengatur dan menciptakan ruang yang sasarannya lebih ditekankan pada mengatur perilaku/aktivitas manusia.

-kuliah manajemen pembangunan, oktober 2012-

Perencanaan Wilayah dan kota

Pemetaan koofisien Aliran Metode Cook dan Perhitungan Debit Puncak

Dalam memnentukan koofisien aliran suatu DAS. Salah satunya adalah dengan menggunakan metode Cook. Variable yang digunakan adalah totpografi, penutup lahan, tingkat infiltrasi tanah, dan simpanan permukaan. Penentuan koofisien aliran dilakukan degan melakukan pembobotan masing-masing variable berdasarkan tabel skor.

Skor lereng

Kemiringan Lereng

Konfigurasi relief

Skor

0-5 % Datar

10

5-10 % Bergelombang

20

10 – 30 % Perbukitan

30

>30% Medan terjal dan kasar

40

  1. Continue reading “Pemetaan koofisien Aliran Metode Cook dan Perhitungan Debit Puncak”
Perencanaan Wilayah dan kota

Posisi Ekonomi Wilayah yang Konsen Pertanian

taniJika saat melakukan analisis ekonomi wilayah menggunakan metode tipologi Klasen, wilayah yang produksinnya pada sektor pertanian akan mengalami status wilayah tertinggal. Kadang-kadang maju, namun tertekan. makanya sekarang semua daerah berlomba-lomba dalam pengembangan sektor industri. sebenarnya  sektor industri adalah sektor yang paling cepat dalam meningkatkan statistik pertumbuhan ekonomi suatu daerah, lalu apakah kita harus menyia2kan sektor pertanian kita? yang konon katanya tanah kita *Indonesia * disebut tanah surga, apa apa yang di buang diatas tanah kita bisa tumbuh jadi tanaman. secara fisik Indonesia sangat bisa menjadi negarpemasok pangan yang besar seperti halnya di Brazil. jadi sebenarnya ada yang salah dengan pengembangan pertanian, pengembangan desa? mengapa harus meperluas industri secara mati-matian?

agak miris aja sebenernya dengan kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pihak-pihak yang katanya pemimpin dan pro dengan rakyat. apakah takut dibilang wilayah tertinggal? terbelakang? tak berdaya? miskin,? jika tetap mempertahankan sektor pertanian sebagai tumpuan hidup wilayah atau negara ini? saya rasa tak usah berpikiran picik semacam itu. gak usah takut dibilang miskin atau tradisional. pliss mari berpikir sebentar, negara kita ini adalah negara yang luas dan kaya akan kekayaan didalamnya. sumber daya alam sangat kaya, tanah sangat subur,  luas pula. kalau fokus pengembangannya adalah fokus pertanian apakah tidak salah? saya rasa sangat tidak salah. Continue reading “Posisi Ekonomi Wilayah yang Konsen Pertanian”

Perencanaan Wilayah dan kota

Fenomena Permukiman di kawasan pegunungan

Peraturan zonasi (zoning regulation) merupakan salah satu bagian atau alat dari perencanaan pengggunaan lahan dalam suatu wilayah maupun daerah. Perencanaan penggunaan lahan (land use planning) adalah suatu cara yang dimaksudkan agar pembangunan dalam suatu wilayah dapat diarahkan sesuai dengan daya dukung dan dikendalikan sesuai dengan daya tampung lahannya. Perencanaan penggunaan lahan juga dapat mengintervensi pengguna lahan dalam memanfaatkan lahaannya agar nantinya lahan yang dimanfaatkan tersebut dapat lebih produktif dan berkelanjutan (sustainable), serta memberikan dampak-dampak positif lain bagi perkembangan dan pembangunan berikutnya.

The land use plan  embodies a proposal as to how expansion and renewal should proceed in the future, recognizing local objectives and generally accepted principles of health, safety, convenience, economy, and the general amenities of urban living (Chappin, 1965) Continue reading “Fenomena Permukiman di kawasan pegunungan”

Perencanaan Wilayah dan kota

Pajak dan Perkembangan Wilayah

Oleh Niky Silvia Ruhma Dewi 09/285741/TK/35889

Otonomi daerah telah membawa kepada kemandirian setiap daerah untuk mengelola pendapatan asli daerah untuk dimanfaatkan demi kemakmuran daerahnya. Berdasarkan undang-undang No. 28 tahun 2009 tentang Pajak daerah dan retribusi daerah, derah otonom merupakan kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pendapatan asli daerah yang dimaksud merupakan pendapatan yang bersumber dari hasil sumber daya yang dimiliki oleh suatu daerah dimana salah satunya adalah pajak. Continue reading “Pajak dan Perkembangan Wilayah”

Perencanaan Wilayah dan kota

Branding : Meningkatkan Perekonomian dan Preservasi kearifan Lokal dengan Pelabelan Wilayah

Oleh Niky Silvia Ruhma Dewi (09/285741/TK/35889)

Bumi saat ini mengalami perkembangan, baik dalam segi fisik, sosial, budaya, dan teknologi. Populasi manusia setiap abadnya mengalami peningkatan 2 – 4 milyar (Bureau, 1998). Daratan di bumi sebagian besar telah dihuni oleh manusia. Dengan populasi manusia yang begitu besar, secara individu manusia tentu harus memiliki identitas tertentu yang membedakan antara yang satu dengan yang lain. Memberikan nama adalah salah satu teknik pelabelan (brand) yang membuat diri seseorang berbeda dengan yang lain. Tidak hanya itu, terkadang manusia akan melakukan suatu pekerjaan tertentu atau menciptakan suatu karya tertentu agar memiliki nilai perbedaan dengan orang lainnya, sehingga branding terhadap dirinya memiliki nilai yang kuat. Continue reading “Branding : Meningkatkan Perekonomian dan Preservasi kearifan Lokal dengan Pelabelan Wilayah”

Perencanaan Wilayah dan kota

Apa itu superblock?

Superblok merupakan salah satu konsep penataan ruang yang memaksimalkan fungsi  lahan pada lahan yang terbatas. konsep ini disebut-sebut oleh para ahli tata ruang merupakan salah satu solusi dalam mengembangkan perkotaan dengan lebih efisien. efisien energi dan efisien dalam hal pemanfaatan lahan yang terbatas pada kawasan perkotaan.  Karena pada konsep ini semua fungsi pemenuhan kebutuhan manusia disediakan dalam satu kawasan yang kecil. Seperti membuat kota sendiri pada lahan 300 Ha2 . ada fungsi permukiman , perdagangan, pendidikan, jasa, rekreasi dan fungsi-fungsi lainnya dalam lahan yang terbatas tersebut. Jadi kita tidak perlu melakukan kegiatan mobilisasi yang tinggi dalam memenuhi kebutuhan hidup. Bekerja, sekolah, belanja dapat dilakukan dalam kawasan kecil ini, yang disebut dengan superblock.  Sehingga diharapakan dapat menghemat energy dan waktu yang selama ini bayak di habiskan untuk kegitan mobilisasi, dari rumah ketempat kerja, rumah-sekolah, rumah-pasar, dan sebaliknya. Contoh-contoh superblok ini biasanya akan banyak ditemui pada wilayah yang sudah padat penduduk. Di Jakarta misalnya, akan banyak ditemui “kota-kota kecil” didalamnya , misalnya Season City Jakarta, Central Park Podomoro City, dll.

Konsep awal superblock

Superblok sebenarnya sudah mulai dikembangkan sejak awal abad ke-19, yaitu dengan konsep dasarnya Continue reading “Apa itu superblock?”