Pertualangan dan Hiburan

Tunawisata pergi ke Pulau Tikus

DSC_0740[1].JPG
Ekspektasi berkunjung ke Pulau adalah di Suguhi Pemandangan Langit Biru dan Suara ombak datang dan pergi yang teratur dan tenang
Ya semenjak lepas dari dunia universitas, aku sudah tak leluasa menyalurkan keinginan dalam diriku untuk ‘menjelajah’. Banyak faktor sih yang mempengaruhi, selain budget yang tipis dan kenyamanan yang tak bisa didapat, apalagi sekarang tinggalnya di pulau Sumatra. Tau kan pulau sumatera itu pulau terluas di Indonesia raya dan dengan inflasi yang lebih tinggi dibandingkan pulau jawa. Apa apa lebih mahal di Sumatra, makanya dengan budget tipis mana bisa leluasa ‘menjelajah’ pulau sumatra. Sekalinya mau menjelajah berbudget tipis dengan alternatif naik sepeda motor kayak jaman kuliah dulu gak bisa dilaksanain disini. Faktor keamanannya yang kurang. Alih alih menjelajah dapat banyak wawasan, yang ada pulang tinggal nama karena diperjalanan sewaktu waktu dibegal. Hiiii serem.. semoga gak kejadian deh sama aku,  keluarga ku, dan orang-orang terdekatkku. Amiiinnnn.. ini kok malah curhat yaa.. oke let we start to tell pulau tikus

Pulau tikus. Dulunya aku juga ngerasa aneh denger ada pulau yang namanya pulau tikus. Mungkin yang ngasih nama udah bingung mau ngasih nama apa untuk pulau itu, mengingat buanyak pulau- pulau yang ada di Indonesia. Jumlah pulau di Indonesia menurut data Departemen Dalam Negri berdasarkan laporan gubernur dan bupati/walikota pada tahun 2004 ada 7.870 pulau yang bernama dan 9.634 pulau yang tak bernama (sumber wikipedia; sumber yang dangkal ya.. 😀 tapi gak papa, buat ngasih liat gambaran umumnya aja dulu). Tuhhh.. banyakan yang gak ada namanya ternyata. Jadi udah bagus banget ini pulau ada namanya, pulau tikus hahaha.

Oke balik ke pulau tikus yaa.. pulau tikus ini masuk dalam wilayah administrasi Provinsi Bengkulu. Letaknya 10 km sebelah barat kota Bengkulu. Luasnya? Hmmm sekitar 2 Ha an lah berdasarkan beberapa sumber yang aku baca. Bahkan dalam waktu kurang lebih satu jam aku bisa 2 kali berkeliling pulau dengan puas sambil take foto, bikin video, sedikit main air, dan banyak melakukan aktivitas random lainnya. Saking gak luasnya pulau ini. Untuk kesana dari pantai butuh waktu sekitar 45 menit sampai 1 jam menggunakan speed boat yang disewa dari nelayan. Oh ya pulau tikus ini letaknya dilepas pantai samudra Hindia sana dan aku saranin jangan pergi kesini di bulan Desember-Maret kali ya. Kenapa? Rentang waktu itu musim hujan, ombaknya tinggi dan anginnya super kenceng. Kebetulan kemaren aku sama temen-temen kantor pergi kesini pas awal-awal januari. Serius gak asik. Kalok kamu ‘pemabuk’ laut, habislah riwayatmu hahahaha. Mau gimana lagi waktu luang bagi PNS Daerah kayak aku ini ya awal awal tahun di tambah budget agak tebel kalok di awal tahun hahahaha.

Ngapain ke pulau tikus? Ya kegiatan di pulau tikus itu snorkling ama keliling-keliling pulau aja sih. Setidaknya itulah aku yang aku sama temen-temenku lakuin. Mengingat kita kesananya di waktu yang gak tepat, dari berangkat sampai pulang pun kita ditemenin langit kelabu. Beneran kelabu, sebelum berangkat udah ujan dulu, pas reda dikit kita ambil kesempatan untuk berangkat nyebrang dari pantai panjang ke pulau tikus. Dan sudah bisa dipastikan sepanjang perjalanan penyebrangan kita diombang ambingkan oleh ombak yang sebenernya cukup mengerikan bagiku. Beruntung kita menyewa kapal yang lambungnya agak lebar. Soalnya kata si bapak nahkodanya kalok kita nyebrang pakek perahu kecil, sudah dipastikan kita disapu ombak. Serem kan? Mana gak bisa renang, kan horor. Tapi alhamdulillah kita bisa sampai di pulau tikus dengan selamat.

DSC_0716[1].JPG
Satu-satunya bangunan permanen di Pulau Tikus
Pas sampai dipulau tikus itu sekitar jam 12 an siang. Terlambat dari jadwal yang telah disepakati karena kendala hujan. Masih inget kan kita ditahan hujan deres sebelum berangkatnya. Oke, pas nyampek kita langsung siap siap buat makan siang yang udah disiapin ama agency tour pulau tikusnya. Oh ya aku belum nyeritain biaya akomodasi ke pulau tikus ini ya? Kita kebetulan makek jasa agency apa ya.. lupa namanya. Cari aja ada beberapa agency kok di pantai panjang itu. Yang jelas tarif nya dihitung per orang, satu orang 200K IDR dengan minimal pemberangkatan 10 orang. Berhubung kemaren kita cuma bertujuh ya tetep bayar untuk 10 orang, tapi gak mau membiarkan agency untung banyak, kita mengundang ponakannya temen yang kebetulan lagi kuliah di Bengkulu buat nggenapin kuota, biar rame juga. Nah dengan cost yang udah kita keluarin segitu, apa yang kita dapat dari jasa agency tersebut? Pertama yang jelas akomodasi pulang pergi pantai-pulau tikus beserta perlengkapan keselamatan, makan siang dan welcome drink di pulau tikus, dan terakhir dapat fasilitas snorkling di 4 titik, harusnya, kalok gak salah ingat.

Nah sesampainya di pulau tikus ini kita dapat welcome drink dan sekalian disiapin buat makan siang disana. Do you know welcome drink di pulau itu apa? Aku kira ya welcome drink nya itu kelapa muda gitu, kan ekspetasinya kita lagi pergi ke pulau kecil yang banyak pohon nyiur melambai lambai di sepanjang bibir pulau, eh ternyata teh sama kopi hahahaha minman mainstream didaratan pulau utama sana. Tapi lupakan soal welcome drink yang tak sesuai ekspetasi.  Setelah prosesi lunch kita kelar, harusnya kita prepare buat snorkling, tapi lagi lagi karena kita datang di waktu yang tidak tepat, tiba-tiba hujan disertai angin kencang datang. Berlindunglah kita di satu-satunya bangunan permanen yang ada di pulau itu. Naaahhh, bangunan permanen satu-satunya di pulau itu ya mercusuar dan ada beberapa ruang yang gak terlalu besar di bawah mercusuar itu. Untungnya pengunjung pulau itu Cuma rombongan kami, jadi ruangang-ruangan yang ada disitu bisa dijajah hahaha. niatnya liburan di pulau tu ya, snorkling, main pasir, trus explore pulau, ini malah jadinya bobok siang di pulau. Gak ada kegiatan lain selain tidur. Oh ya, yang cowok-cowok pada main catur.

Dua jam kemudian hujan reda, tapi angin tetep kenceng. Dengan cuaca kayak gitu, mana bisa ber snorkling cantik. Berarus banget, trus kita-kita cewek gak ada yang bisa renang, kan susah ya. Tapi mungkin agency nya ngerasa gak enakan , masak seharian di pulau Cuma tidur ama main catur doank, jadinya tetep dipaksain kita snorkling sekalian take photo underwater di dua spot yang ada karang hidup dan ada ikan nemo nya hihihiihi. Dengan penuh perjuangan, snorkling sambil ngegandeng ban di laut yang berangin kenceng akhirnya kita dapat beberapa pemandangan karang bawah laut yang mengenaskan. Karangnya banyak rusak karena diinjek injek oleh pengunjung yang gak bisa renang kayak aku ini. Iya kalok ngerasa gak kuat ngambang ngambang dan terombang ambing oleh arus, sama guide nya disuruh injek karang yang udah mati. Hal ini terjadi pas kita lagi gantian buat di take photo underwater ama guide nya.  Hiks aku kayaknya berkontribusi ngerusak karang deh, meskipun aku gak nginjek yang idup, tapi yang mati sekarang dulunya idup juga kan? Pasti sebelumnya udah diijek ijek duluan sama pengunjung terdahulu yang tak bertanggung  jawab. That’s why, abis acara holiday ini, aku langsung ambil kelas renang. Kan malu-maluin, hidup di negara kepulauan tapi gak bisa renang…

Ya kesan yang aku dapat dikunjunganku ke pulau tikus adalah karangnya rusak, gak cantik. Tapi mungkin karena keterbatasan waktu dan datang di waktu yang tidak tepat jadi diajak sama guidenya snorkling di spot yang deket sama bibir pulau yang kebetulan karangnya udah banyak rusak. Semoga aja di spot yang lainnya gak separah itu rusaknya, sedih ihhh. Oke setelah cukup capek dan (kurang) puas bersnokling ria kami langsung di angkut untuk pulang ke pulau utama. Kalo gak salah itu udah jam 4 sore, dan cuaca masih berangin cukup mengerikan. Ya kami pulang mengarah ke pantai panjang, selama di perjalanan kami diombang-ambingkan dan dihempaskan ombak yang tinggi, tidak beda jauh dengan kondisi dan cuaca saat berangkatnya. Selama penyebarangan pulang dan pergi, di kapal aku selalu pegangan kuat kuat dan tetep pakek life jacket. Itu peraturannya, meskipun bisa renang selama perjalanan seluruh penumpang diwajibkan memakai life jacket. Dan akhirnya kita selamat sampai ke daratan utama lagi dengan disambut, lagi-lagi hujan deras dan angin kencaang.

Ya itu sedikit kisah perjalanan ku bersama 6 teman ku yang lain,( oh ya jangan lupakan 3 anak kuliahan ponakannya kak tantowi ) mengunjungi pulau tikus yang meninggalkan kesan campur aduk hihihi.

Nih aku kasih bocoran sikon disana lewat foto amatir ku yang kuabadikan lewat kamera handphone 🙂

DSC_0760[1].JPG
Salah satu sudut pulau. Berasa Pulau pribadi loh, sepiii hihiihi
DSC_0711[1].JPG
Kak kim menikmati angin yang super kenceng sampek kedingininan di Pulau Tikus
DSC_0723[1].JPG
Andai saja langitnya biru pasti akan lebih cantik hasil jepretannya
oh ya beberapa video bisa di liat di account instagram ku yah @dewinsrdewi, aku belum upgrade blog ini, makanya gak bisa upload video hihihihi

Advertisements

2 thoughts on “Tunawisata pergi ke Pulau Tikus

  1. Di sekitarannya jangan-jangan ada juga Pulau Kucing… Kejar-kejaran deh ntar jadinya….ahahaha

    Iya memang wisata di luar pulau jawa enaknya gak begitu ramai, malah jalan-jalanya juga ikutan sepi jadi makin serem kalau jalan malam apalagi sendirian…

    Coba kalau pas cuaca cerah dan angin bersahabat, pasti foto2nya bakalan lebih banyak lagi ya… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s