Buku Harian

Aku yang Tak Tau Aku

Apa Cuma aku yang tak bisa mengekspresikan dan mengungkapkan perasaan kepada orang lain? bahkan aku tak sanggup mengungkapkannya kepada teman dekat perempuanku. Tapi sungguh aku tak bisa, kecuali hanya kucurahkan dalam setiap do’a dalam sujud dan ba’da dzikirku. Diriku memastikan pada diri sendiri bahwa hal-hal seperti  ini hanya aku saja yang boleh tau. Orang lain tak penting tau.  Hanya saja  memendam sendiri, berangan-angan sendiri itu menyesakkan. Kadang aku sadar, waras, memikirkan hal semacam ini gak penting, buang-buang energi, dan aku tau gak boleh, karena ini emang gak boleh.

Terkadang terbesit dalam pikiran buat diungkapin ke seseorang yang bisa dipercaya, tapi sepertinya aku tak mempercayai seseorang pun untuk urusan yang seperti ini. Bahkan dengan orang-orang terdekatku.  Sekali lagi, diriku seperti memastikan diri sendiri bahwa urusan seperti ini orang lain tak boleh tau, kecuali aku dan Allah. Iya, dalam hal ini aku hanya percaya pada Allah, zat yang mampu menyimpan rahasia dan tak akan dibongkarNya pada orang lain. Betapa kunonya pemikiran ku bukan? Aku malu. Aku seperti ABG 16 tahun untuk urusan ini. Tapi mau gimana lagi memang ini seperti prinsip diriku. Tunggu, apakah ini termasuk dalam kategori prinsip? Ah entahlah aku tak tau.

Ya urusan perasaan dan apalah ini namanya, bahkan diusiaku yang udah twenty something ini aku masih kelas teri. Lingkaran pertemananku kebanyakan tetap teman-teman perempuan yang rata-rata emang berstatus sendiri atau emang udah double atau triple bahkan udah catur pas kenal ataupun kenalnya dari sendiri sampek double triple itu. Aku tak perlu dikasihani, tapi gak tau apakah memang pantas orang yang otaknya aneh seperti aku ini patut dikasihani. Ya bolehlah, berilah belas kasihan kalian padaku, karena punya mental “loser” gini.

Aku selama ini bertahan karena aku optimis Allah SWT, tuhan yang Maha Baik Maha Pemurah, Maha Penyayang tidak akan meninggalkanku dan pasti mendengar semua do’aku. Buktinya sudah banyak do’a yang telah dikabulkanNya dalam hidupku sampai saat ini. Ya, aku terkesan tanpa usaha untuk hal ini, tapi usaha apa yang harus aku lakukan untuk hal ini? Apakah berdo’a itu bukan sebuah usaha? Kalok kata teman-temanku yang udah senior, aku masih kurang usaha. Sepertinya usaha yang sanggup aku lakukan sampai saat ini hanya berdo’a kawan. Aku takut saat melakukan usaha lain, justru usaha itu membuat prosesnya menjadi salah. Arrgghh entahlah..

Kadang  aku melakukan sesuatu kekonyolan untuk mengungkapkannya, mengirimkan sinyal, tapi setelah itu aku tau bahwa itu tak ada gunanya. Itu akan membuat prosesnya menjadi salah. Tapi sampai saat ini aku juga belum tau bagaimana proses yang benar kalok semua hal yang aku lakukan selama ini aku sendiri anggap sesuatu proses yang akan membuatnya salah. See! Kalian bisa lihat bagaimana kebingungannya aku, bagaimana otak, raga, dan rasa tak sinkron. Ya beginilah aku, aku yang terlalu banyak membaca teori-teori dan artikel pengkondisian idealnya hidup ini. Iya aku terlalu terbawa fantasi dalam skenario khayalan otakku. Yang aku tau semua ini membuat aku sulit bergerak, ah bukan sulit bergerak, tapi sulit untuk membuka diri. Nah mungkin kata atau kalimat yang tepat adalah aku sulit membuka diri. Aku takut membuka diri, aku takut apa yang akan terjadi kemudian tak sesaui dengan skenariokku, angan-anganku. Aku terlalu mengkhawatirkan hidup yang berharga ini akan dilalui dengan negasi dari skenarioku.

Tapi apakah aku salah memilih peran dan setting dari kehidupan masa depanku sesuai dengan skenario khayalan otakku? Aku sedang mencari pembenaran dan dukungan untuk pernyataan itu dan jika kalian berkenan tolong dukung pernyataanku tadi. Ahh aku tau itu tak mungkin sepenuhnya bisa sesuai, karena penyusun skenario utama bukanlah aku, tapi tuhanku, Allah SWT. Ya aku tau, aku sadar bukan aku penyusun skenario sesungguhnya. Jadi kembali lagi yang berfantasi dalam otakku bukanlah skenario tapi hanya angan-angan, khayalan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s