Dewiultralight08's Blog

Just another WordPress.com site

Sampah, Sumberdaya atau Limbah?

trashJudul artikel ini sebenarnya adalah judul suatu seminar yang tidak sengaja saya ikuti di KPFT kamis, 6 Desember 2012 yang lalu. Dalam seminar itu di bahas bagaimana permasalahan sampah sangat krusial saat iini. Oh ya dalam seminar ini pembicaranya ada yang dari Swedia, namanya Mr. Kamran (aktivis sampah dan dosen *sepertinya* di University of Boras) dan satu lagi adalah dosen UGM sendiri (dosen teknik kimia, nah yang ini saya benar2 lupa mencatat nama beliau). Ok saya akan menulis apa yang saya dapat di seminar itu. Sebenanya sampah itu limbah atau sumber daya ya?

Prolog

Manusia yang notabennya makhluk paling berakal dan pintar di muka bumi ini, lambat laun menjadi aktor perusak bumi ini sendiri. Padahal dalam Al Qur’an juga telah dipesankan oleh Allah SWT bagi manusia untuk menjadi pemimpin di bumi ini dan menjaganya. Namun, perkembangan yang terjadi manusia lah perusak bumi sesungguhnya (saya bagian dari himpunan manusia itu sendiri sebenernya). Peran sebagai pemimpin sepertinya sudah dilakukan, hanya saja belum terlalu baik (manusia juga tidak sempurna).

Bagaimana bisa saya mengatakan bahwa manusia adalah aktor perusak bumi ini? fakta menunjukkan bahwa semua ilmu pengetahuan yang manusia dapat dan terapkan di muka bumi ini kebanyakan merusak bumi. Contohnya,  dengan ilmu pengetahuannya manusia dapat menciptakan bom nuklir, pembangkit listrik dengan tenaga nuklir, air, energi panas bumi, energy angin, energi kinetik, dimana dari listrik ini banyak digunakan untuk mendukung industri. Industri tersebut juga menciptakan berbagai macam produk seperti plastik, makanan, minuman, peralatan mandi, peralatan kantor, peralatan sekolah, dan masih banyak lagi. Semua ciptaan tersebut pada akhirnya akan menjadi sampah, karena barang-barang tersebut pada akhirnya rusak, jelek, tidak layak pakai dan lain-lain, sehingga oleh manusia dibuang karena dirasa tak memiliki manfaat.

Semakin banyak produk yang diciptakan saat ini, semakin banyak juga limbah yang dihasilkannya. semakin banyak limbah saat ini yang terjadi di Indonesia dan dunia, semakin manusia mendzalimi bumi ini. sekarang banyak ikan di laut yang makan sampah karena makanan alaminya tak ada, banyak binatang kecil di air mati, banyak tumbuhan yang tak dapat tumbuh, selain itu manusia sendiri juga tak luput dari permasalahan yang ditimbulkannya sendiri. Manusia sekarang mulai kesulitan mencari air bersih, karena air tercemar limbah dan sampah. Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai mendapat musibah banjir, yang mengakibatkan menurunnya kesehatan, kehilangan harta benda yang berharga, bahkan nyawanya sendiri. Dimana ini semua adalah akibat dari orang yang mulai buang sampah sembarangan ke sungai. Ada lagi, banyak berita di media-media masa yang melaporkan banyak konflik sosial yang muncul akibat sampah ini, sekelompok masyarakat yang keberatan jika lingkungan tempat tinggal mereka menjadi tempat pembuangan akhir sampah, para pemulung yang meninggal akibat terkubur di timbunan sampah, dan masih banyak isu sosial lainnya yang sumbernya dari sampah ini.

nah bisa diterima alasannya, kenapa manusia adalah aktor perusak bumi ini kan?

Sumberdaya atau Limbah?

Nah agar kita tidak di cap sebagai aktor perusak bumi ini oleh Allah SWT dan malaikat pencatat amal-amal kita, maka kita harus mencari solusi atas permasalahan sampah ini. mari kita merenung sejenak, berfikir, apa yang telah kita lakukan selama ini? bagaimana kita memperlakukan sampah dari apa yang kita konsumsi? Dibiarkan saja? di buang ke tong-tong sampah saja? atau malah mengacuhkannya dengan buang disembarang tempat? Coba diingat-ingat kembali.

3rSebagian banyak orang beranggapan bahwa sampah adalah sesuatu yang tidak berharga, sesuatu yang dianggap barang sisa, sesuatu yang dianggap kotor dan tidak usah diurus. Saya menghimbau, itu pemikiran yang salah. Segera rubah pemikiran yang seperti itu. coba belajarlah dari pemulung. Para pemulung mendapatkan kemanfaatan dari sampah itu, yang dianggap barang sisa yang tak berharga dan kotor. Para pemulung ini mendapatkan uang dari sampah. Mereka memilah sampah dan mengelompokkannya berdasarkan jenisnya, sehingga sampah yang awalnya sesuatu yang tidak berharga menjadi berharga setelah dipilah. Itu berarti sampah juga barang yang ada harga dan kemanfatannya bukan?

Mari kita lihat yang dilakukan oleh orang-orang di university of boras. Sampah atau limbah yang mereka hasilkan diolah menjadi sesuatu yang berharga. Kaca, metal, plastik, kertas di daur ulang menjadi barang-barang yang bermanfaat. Sampah organik dijadikan kompos. Ada beberapa sampah yang dijadikan sumber energy baru, bahkan mobil sampah mereka bahan bakarnya adalah bahan bakar yang sumbernya dari sampah. It’s amazing. Disini dapat dilihat bahwa sampah adalah sumberdaya bukan limbah bukan?. Ini benar-benar ada. Dan mereka sudah tidak menggunakan sistem pembungan sampah yang sifatnya landfill (ditumpuk diatas permukaan tanah), tapi dengan 3R( 27%), biological treatment (40%), dan increment (33%). Di UGM belum terealisasi sistem tersebut, baru sampai proses pemilahan, belum sampai pengolahan.

Nah sekarang mari liat sistem manajemen sampah di Swedia dan di Indonesia. Mari kita bandingkan.

Manajemen sampah

Indonesia

Swedia

Landfill

79%

1%

3R

1%

36%

Biological treatment

14%

Energy recovery

49%

Buried

5%

Burnt

3%

Buang ke sungai

2%

 

Di idonesia sepertinya sampah memang dimaknai sebagai sebagai sesuatu yang tidak berharga, kotor, sesuatu yang bermakna sisa dan tidak bisa dimanfaatkan. Lihat saja sampah-sampah yang ada saat ini sebagian besar, bahkan hampir semuanya hanya di tumpuk, mengonggok dan berbabu busuk, benar-benar tidak berharga. Apa mungkin mentang-mentang kita negara yang luas, punya banyak lahan, jadi gak perlu khawatir kalo sistem manajemen sampahnya dengan landfill? Apa kita tidak punya teknologi pengolahan sampah yang seperti dimiliki swedia? Atau kita tidak memiliki kemampuan untuk melakukan hal itu?

Oh jangan pernah sekali-kali berfikiran seperti itu. tentu saja kita bisa dan mampu melakukannya bukan?. Melakukan hal yang sama seperti apa yang mereka lakukan terhadap sampah dan limbah mereka. Bahkan kita kemungkinan besar bisa melakukannya lebih baik kan? Ini semua bisa terwujud kalau kita bersama-sama melakukannya. Tentu saja kita bisa, kita telah biasa melakukan pekerjaan secara bersama-sama kan? Kita punya semboyan bhineka tunggal ika (Mr. Kamran pun memuji ini), dan kita telah sering melakukannya. Hanya saja kita belum melakukannya dengan benar untuk masalah manajemen sampah. Kita masih bersama-sama mendukung sistem pengolahan limbah sepeerti sekarang ini. mari kita coba geser sedikit paradigma nya. Mari bersama-sama peduli dengan sampah dan limbah disekitar kita. Mulai dari memilah sampah.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: