Dewiultralight08's Blog

Just another WordPress.com site

Kabupaten Demak : Kota wali – The Mark of Demak

Kita ketahui bersama bahwa branding kabupaten Demak sebagai kota Wali sudah sangat terkenal, baik di Jawa Tengah, pulau Jawa sampai bahkan sampai seluruh pulau di Indonesia. Saat mendengar kata Demak yang langsung masuk dalam pikiran kita adalah Sunan Kalijaga, Masjid Agung Demak, atau kota Religi. Branding kota Wali ini sudah sangat kuat dan melekat terhadap image Kabupaten Demak. Branding ini juga sangat menguntungkan bagi industri pariwisata. Dari catatan BPS jumlah pengunjung wisata di Kabupaten Demak sebanyak 957.162 pengunjung pada tahun 2008 dan menduduki peringkat ke-5, dimana kabupaten Magelang adalah kabupaten yang paling banyak menarik wisatawan, disusul kabupaten Purbalingga, Kota Semarang, kabupaten Jepara baru kemudian Kabupaten Demak.

 Branding dalam industri pariwisata sangatlah penting, branding juga merupakan salah satu kekuatan yang bagus untuk usaha pariwisata. Namun branding tidak cukup untuk mengembangkan usaha industri Pariwisata. Pengembangan daya tarik wisata berupa objek-objek wisata yang ditawarkan, fasilitas, sarana dan prasarana juga tidak luput dari faktor yang menentukan apakah sebuah industri pariwisata dapat berjalan lancrr atau tidak?.

Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa Kabupaten Demak telah memiliki branding sebagai kota wali yang telah melekat sangat kuat. Branding ini erat kaitannya dengan sejarah Perkembangan islam di Jawa, yang dibuktikan dengan adanya peninggalan masjid agung Demak dan makam sunan Kalijaga. Peninggalan-peninggalan inilah yang menjadi perekat kuat branding kabupaten Demak, sekaligus sebagai daya tarik wisatawan untuk mengunjungi kabupaten Demak. Berdasarkan sumber dari Badan perencanaan dan pengembangan daerah Kabupaten Demak pada tahun 2010, pengunjung wisata yang datang ke Kabupaten Demak ini meningkat, yaitu jumlah pengunjung terbesar setelah pengunjung wisata ke Borobudur.

Dari data tersebut dapat diketahui betapa besar potensi yang dapat dikembangkan untuk industri pariwisata di kabupaten Demak, dalam hal ini adalah wisata religi. Pendapatan asli daerah dapat meningkat jika sektor ini digarap dengan matang dan direncanakan dengan baik. karena sektor pariwisata adalah sektor usaha yang paling banyak memberikan multiplier effect dan keuntungan yang besar bagi wilayah tersebut. Dalam hal ini tentunya peran dari berbagai pihak sangat dibutuhkan, terutama kesiapan dari sumber daya manusianya dan sekaligus kesiapan fisik berupa kelengkapan sarana dan prasarana kepariwisataan.

Kita ketahui bersama bahwa branding kabupaten Demak sebagai kota Wali sudah sangat terkenal, baik di Jawa Tengah, pulau Jawa sampai bahkan sampai seluruh pulau di Indonesia. Saat mendengar kata Demak yang langsung masuk dalam pikiran kita adalah Sunan Kalijaga, Masjid Agung Demak, atau kota Religi. Branding kota Wali ini sudah sangat kuat dan melekat terhadap image Kabupaten Demak. Branding ini juga sangat menguntungkan bagi industri pariwisata. Dari catatan BPS jumlah pengunjung wisata di Kabupaten Demak sebanyak 957.162 pengunjung pada tahun 2008 dan menduduki peringkat ke-5, dimana kabupaten Magelang adalah kabupaten yang paling banyak menarik wisatawan, disusul kabupaten Purbalingga, Kota Semarang, kabupaten Jepara baru kemudian Kabupaten Demak.

 Branding dalam industri pariwisata sangatlah penting, branding juga merupakan salah satu kekuatan yang bagus untuk usaha pariwisata. Namun branding tidak cukup untuk mengembangkan usaha industri Pariwisata. Pengembangan daya tarik wisata berupa objek-objek wisata yang ditawarkan, fasilitas, sarana dan prasarana juga tidak luput dari faktor yang menentukan apakah sebuah industri pariwisata dapat berjalan lancrr atau tidak?.

Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa Kabupaten Demak telah memiliki branding sebagai kota wali yang telah melekat sangat kuat. Branding ini erat kaitannya dengan sejarah Perkembangan islam di Jawa, yang dibuktikan dengan adanya peninggalan masjid agung Demak dan makam sunan Kalijaga. Peninggalan-peninggalan inilah yang menjadi perekat kuat branding kabupaten Demak, sekaligus sebagai daya tarik wisatawan untuk mengunjungi kabupaten Demak. Berdasarkan sumber dari Badan perencanaan dan pengembangan daerah Kabupaten Demak pada tahun 2010, pengunjung wisata yang datang ke Kabupaten Demak ini meningkat, yaitu jumlah pengunjung terbesar setelah pengunjung wisata ke Borobudur.

Dari data tersebut dapat diketahui betapa besar potensi yang dapat dikembangkan untuk industri pariwisata di kabupaten Demak, dalam hal ini adalah wisata religi. Pendapatan asli daerah dapat meningkat jika sektor ini digarap dengan matang dan direncanakan dengan baik. karena sektor pariwisata adalah sektor usaha yang paling banyak memberikan multiplier effect dan keuntungan yang besar bagi wilayah tersebut. Dalam hal ini tentunya peran dari berbagai pihak sangat dibutuhkan, terutama kesiapan dari sumber daya manusianya dan sekaligus kesiapan fisik berupa kelengkapan sarana dan prasarana kepariwisataan.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: