Dewiultralight08's Blog

Just another WordPress.com site

Pemotongan Pajak dan Perkembangan Wilayah

Keterkaitan antara pajak dan perkembangan wilayah memiliki hipotesis berikut, yaitu  semakin tinggi penghasilan pajak suatu daerah maka perkembangan dan pembangunan daerahnya akan berjalan berbanding lurus. Pendapatan yang tinggi cenderung akan melakukan kegiatan belanja, termasuk belanja untuk pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang pada akhirnya juga akan meningkatkan pendapatan daerah. Perkembangan wilayah (daerah) pun terjadi, terciptalah suatu daerah yang maju dan masyarakat yang sejahtera (seperti yang diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945)

Dari hipotesis diatas menunjukkan bahwa kekuatan pajak dalam pendapatan suatu daerah cukup memberikan andil yang besar. Mengingat fasilitas publik seperti pembangunan-perbaikan jalan, penerangan jalan, pengadaan jembatan, ataupun pembangunan-pembangunan lainnya yang memberikan dampak pada perkembangan wilayah menggunakan uang yang sumbernya dari pajak masyarakat.

Tapi bagaimana jika pemerintah daerah/negara mengeluarkan kebijakan pemotongan pajak? Seperti yang telah diketahui bahwa pajak merupakan salah satu pendapatan suatu daerah atau Negara, serta dapat memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan suatu daerah yang pada akhirnya juga akan menghasilkan pendapatan bagi daerah/negara tersebut. Akan tetapi, kebijakan pemotongan pajak ini merupakan salah satu solusi untuk pengembangan perekonomian suatu daerah/negara, yang sebelumnya sudah di praktikan oleh John F. Kenedy pada negara Amerika Serikat. Pengeluaran kebijakan tersebut atas dasar penasehat ekonominya yang memberikan pandangan :

Pemotongan pajak penawaran agregat dengan meningkatkan insentif kepada pekerja dan memperbesar permintaan agregat dengan menaikkan disposable income rumah tangga.

Maksudnya untuk meningkatkan pendapatan daerah/negara yaitu dengan pengurangan pajak. Pemotongan pajak yang dimaksud adalah pajak perorangan dan korporasi. Tujuan dari pemotongan pajak ini adalah untuk mendorong pengeluaran (konsumsi dan investasi), serta mendorong tingkat pendapatan dan kesempatan kerja yang lebih tinggi (Mankiw, 2003). Dengan kebijakan pemotongan pajak perorangan dan korporasi, maka dinamika perekonomian suatu daerah/negara akan berjalan dinamis. Pendapatan individu masyarakat lebih besar, sehingga dengan uang yang dimilikinya mereka akan membelanjakannya dan atau menggunakannya untuk berinvestasi. Investasi yang dilakukan dapat berupa investasi tanah atau rumah atau investasi dalam bentuk lain yang akan memberikan keuntungan kedepannya.

Jika dilihat lebih dekat lagi dan menggunakan kacamata makro, efek dari tingkat konsumsi dan investasi yang tinggi oleh masyarakat lambat laun akan mempengaruhi perkembangan suatu wilayah. Konsumsi atau investasi pada akhirnya akan mengarah pada pembangunan, baik secara fisik ataupun sosial. Pembangunan secara fisik tentu sangat nyata mempengaruhi perkembangan wilayah. Akan tetapi andil pembaangunan dari segi sosial-masyarakat tentu juga memberikan pengaruh terhadapa perkembangan wilayah, yaitu terkait manejemen yang ada dalam wilayah tersebut.

 

Mankiw, N.George. 2003. Teori Makro Ekonomi edisi kelima. Jakarta: Erlangga

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: