Dewiultralight08's Blog

Just another WordPress.com site

Menuju Kota yang Humanis

berikut adalah tulisan saya dalam rangka mengerjakan tugas pra-Kuliah Kerja Perencanaan 2011 Solo-Malaysia-Singapura

Menuju Kota yang Humanis

Oleh Niky Silvia Ruhma Dewi (35889)

Abstract

Tempat tinggal yang nyaman, lingkungan yang nyaman, merupakan suatu yang diinginkan oleh setiap orang. Dan dalam kurun waktu beberapa tahun ini keadaan seperti ini sangat sulit dirasakan. Terlebih jika tinggal di kawasan perkotaan. Ruang-ruang yang ada diperkotaan sudah tidak mendukung kegiatan dan kebutuhan dasar manusia. Ruang-ruang yang ada lebih difokuskan untuk kepentingan lain. Ruang-ruang yang ada dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan tertentu, seperti kepentingan ekonomi, kepentingan politik, kepentingan-kepentingan yang bersifat individu dan masih banyak kepentingan lainnya dalam penggunaan ruang-ruang (lahan) yang ada kawasan perkotaan. Penataan ruang yang pro-kepentingan manusia secara umum sangat dibutuhkan dan diharapkan penerapannya dalam kehidupan nyata masyarakat. Dalam pewujudannya dibutuhkan analisis social yang tajam serta dibutuhkan kesabaran dalam penerapan rencana yang telah dibuat.

Pendahuluan

Kota-kota di dunia saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal ini tidak hanya terjadi di Negara-negara maju saja, seperti Amerika, Jepang atau Negara-negara maju lainnya. Di Indonesia pun perkembangan kota dalam satu dasawarsa terakhir berkembang dengan cepat. Hal ini terjadi seiring dengan bertambahnya laju perekonomian di Indonesia.

Dengan bertambah cepatnya laju perekonomian di Indonesia berdampak pada gaya hidup masyarakat sendiri. Masyarakat lebih cenderung senang tinggal dikawasan perkotaan, dengan alasan mudahnya aksessibilitas dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari mereka. Kualitas pelayanan umum di kawasan perkotaan dinilai cukup memuaskan dan berkwalitas, dibandingkan dengan pelayanan umum di kawasan pinngiran perkotaan ataupun di pedesaan.

Banyaknya masyarakat yang berminat tinggal di kawasan perkotaan membuat kawasan perkotaan sendiri mengalami kepadatan. Bukan hanya kepadatan penduduk, kepadatan bangunan pun turut membuat lahan terbuka berkurang di kawasan perkotaan. Menggendarai kendaraan pribadi merupakan trend baru di masyarakat, yang tak urung menambah kepadatan perkotaan, terutama kepadatan di jalanan. Kurangnya ruang terbuka hijau dan bertambahnya jumlah kendaraan bermotor menyebabkan keadaan lingkungan di kawasan perkotaan pada umumnya menjadi semakin buruk. Tingkat polusi, tingkat kekumuhan pun semakin meningkat. Banyak kota-kota di Indonesia lingkungannya tidak sehat, kawasan hijaunya sudah tidak mencukupi 20% dari luas wilayah secara keseluruhan, tidak memiliki ruang publik yang memadai, volume sampah yang tidak terkendalikan, dan masih banyak lagi masalah-masalah lain yang ada di perkotaan. Sebagian besar ruang-ruang diperkotaan saat ini tidak diperuntukkan bagi kemaslahatan masyarakat umum. Di jalan-jalan dalam perkotaan sudah tidak mendahulukan para pejalan kaki, tapi lebih mendahulukan kepentingan pengendara kendaraan bermotor. Hal ini merupakan salah satu contoh bahwa perkotaan saat ini sudah tidak humanis.

Tata guna lahan di kawasan perkotaan saat ini sudah tidak memihak pada manusia sebagai objek pembangunan yang akan merasakan manfaat dari pembangunan itu sendiri. Beberapa contoh sebelumnya merupakan gambaran dari keadaan perkotaan di Indonesia, dimana memperlihatkan dan menggambarkan tata guna lahan yang tidak humanis.

Tata Guna Lahan yang Humanis

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, bahwa banyak kawasan perkotaan di Indonesia yang tata guna lahannya tidak yang disebut dengan tata guna lahan yang humanis itu tata guna lahan yang seperti apa dan bagaimana? Tata guna lahan yang humanis adalah penataan guna/fungsi dari ruang-ruang (lahan) dalam suatu wilayah atau kota yang mendukung kegiatan dasar manusia untuk menikmati kehidupannya. humanis disini memang menekankan pada pro-manusia untuk dapat dengan mudah dan nyaman melakukan kegiatan-kegiatan dasarnya. Penyediaan taman merupakan suatu langkah untuk menuju tata guna lahan yang humanis. Karena dengan penyediaan ruang untuk berekreasi di taman berarti turut memberikan ruang untuk mengekspresikan diri melepaskan penat dari ruang-ruang yang menjenuhkan. Di taman anak-anak dapat bermain, para orang tua dapat berinteraksi dengan bercengkrama dan sesekali dapat terlibat dalam obrolan santai yang menyenangkan. Ini berarti dengan memberikan/ merencanakan ruang-ruang publik seperti taman, telah mendukung apa yang dimaksud dengan penataan guna lahan yang humanis.

Penyediaan pedestrian yang nyaman bagi para pejalan kaki, juga merupakan contoh lain dari penataan guna lahan yang humanis. Tata guna lahan yang humanis juga memiliki beberapa kriteria. Diatantaranya adalah sebagai berikut (hasil diskusi kelompok) :

1. Tata guna lahannya harus saling mendukung (proporsional)

2. Memberikan kemudahan dalam aksesibilitas bagi manusia yang berada dalam kawasan tersebut.

3. Bersih, ramah lingkungan, dan berwawasan.

4. Dalam suatu kawasan memiliki fungsi mixed use yang dapat memberikan kemudahan bagi manusia dalam memenuhi kebutuhannya.

Kriteria-kriteria diatas merupakan kriteria-kriteria minimal untuk merencanakan penggunaan lahan yang humanis. Semakin detail dan semakin tajam dalam analisis kondisi masyarakat akan memberikan nilai yang lebih bagus dalam menata guna lahan suatu kawasan ataupun wilayah. Karena sesungguhnya kriteria-kriteria humanis itu lebih subjektif, bergantung dengan individu-ondividu itu sendiri. Akan tetapi, terkadang kriteria humanis juga dipengaruhi oleh keadaan social dan budaya masyarakat di kawasan tertentu.

Tata Guna lahan di Kota Solo Kota Surakarta yang juga sangat dikenal sebagai Kota Solo, merupakan sebuah dataran rendah yang terletak di cekungan lereng pegunungan Lawu dan pegunungan Merapi dengan ketinggian sekitar 92 m diatas permukaan air laut. Dengan Luas sekitar 44 Km2, Kota Surakarta terletak diantara 110 45` 15″ – 110 45` 35″ Bujur Timur dan 70` 36″ – 70` 56″ Lintang Selatan. Kota Surakarta dibelah dan dialiri oleh 3 (tiga) buah Sungai besar yaitu sungai Bengawan Solo, Kali Jenes dan Kali Pepe. Sungai Bengawan Solo pada jaman dahulu sangat terkenal dengan keelokan panorama serta lalu lintas perdagangan.

Keraton, batik dan Pasar Klewer adalah tiga hal yang menjadi simbol identitas Kota Surakarta. Eksistensi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Pura Mangkunegaran (sejak 1745) menjadikan Solo sebagai poros, sejarah, seni dan budaya yang memiliki nilai jual. Nilai jual ini termanifestasi melalui bangunan-bangunan kuno, tradisi yang terpelihara, dan karya seni yang menakjubkan. Tatanan sosial penduduk setempat yang tak lepas dari sentuhan-sentuhan kultural dan spasial keraton semakin menambah daya tarik. Salah satu tradisi yang berlangsung turun temurun dan semakin mengangkat nama daerah ini adalah membatik. Seni dan pembatikan Solo menjadikan daerah ini pusat batik di Indonesia.

Pariwisata dan perdagangan ibarat dua sisi mata uang, dimana keduanya saling mendukung dalam meningkatkan sektor ekonomi. Dengan segala brand dan eksistensi yang disandang oleh kota Solo, kota Solo beberapa waktu terakhir juga menjadi buah bibir bagi para pengembang wilayah. Kota Solo kini menambah satu julukan baru yaitu julukan kota yang humanis. Kota yang humanis adalah sebuatan baru bagi kota Solo, karena dianggap dalam penataannya sangat mendahulukan kepentingan manusia. Penataan ruangnya bias dikatakan manusiawi. Di jalan Slamet Riyadi pedestrian di buat lebar lengkap dengan fasilitas pendukung yang membuat pejalan kaki sangat nyaman, yaitu kanopi-kanopi tumbuhan rambat yang membuat teduh dan mempercantik jalur pedestrian. Disediakannya kursi-kursi disepanjang jalur pedestrian dengan jarak interval kurang lebih 15-20 meter. Dirawatnya pohon-pohon peneduh yang membuat para pejalan kaki menikmati semua kegiatannya disana. Para pedagang kaki lima, tukang becak tidak diperkenankan bebas menggunakan ruang ini. Disepanjang jalur ini bebas pedagang kaki lima dan para tukang becak. Jalur pedestrian ini benar-benar di tata dan direncanakan untuk masyarakat yang gemar berjalan kaki dalam melakukan aktivitasnya. Konsepnya benar-benar mendahulukan para pejalan kaki. Para pejalan kaki ditempatkan pada posisi yang penting.

Taman Balekambang sebagai Taman Kota Tempat-tempat publik merupakan tempat dimana semua orang dapat saling bertemu tanpa ada yang melarang. Taman Balekambang merupakan salah satu bentuk contohnya. Akan tetapi, tidak semua tempat public bersifat humanis. Contohnya saja jalan, jalan merupakan ruang terbuka public yang lebih mendahulukan kepentingan pengendara daripada para pejalan kaki. Jadi ruang public yang humanis itu ruang public yang bagaimana?

Ruang public yang humanis adalah ruang public yang mendahulukan kepentingan dan kebutuhan dasar manusia. Lalu mengapa taman Balekambang disebut tempat public yang humanis? Taman balekambang merupakan suatu taman kota yang fungsinya sebagai daerah resapan air dan paru-paru kota Solo. Konsep dari taman ini adalah Botanical Garden. Yang membuat taman ini masuk kedalam ruang public yang humanis adalah saat orang-orang ingin menikmati keindahan dan kesejukan taman ini mereka tidak harus membayar retribusi, fasilitas-fasilitas pendukung yang ada juga mendahulukan kepentingan manusia nya. Hal-hal kecil seperti ini merupakan suatu langkah untuk menuju kota yang humanis seperti slogan dari kota Solo sendiri yaitu “Berseri”  Bersih, rapi, sehat dan indah. Taman balekambang sendiri dahulunya merupakan tempat peristirahatan Mangkunegaran beserta keluarga. Pada kasunan Surakarta hadiningrat yang ke-7 area taman Balekambang ini tidak terbuka untuk umum, barulah pada masa kasunan Surakarta Hadiningrat ke-8 area taman Balekambang ini dibuka untuk umum. Untuk status kepemilikan tanahnya sendiri saat ini adalah milik pemerintah kota Solo yang dulunya adalah milik Mangkunegaran. Dan untuk mewujudkan suatu ruang terbuka hijau yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat Kota Solo, maka pada tahun 2007 kawasan taman Balekmbang di revitalisasi. Taman Balekambang ini seperti yang telah dikatakan sebelumnya termasuk salah satu bentuk penggunaan lahan yang humanis di kota Solo. Akan tetapi terkait dengan integrasi dengan fungsi lainnya belum mengenai sasaran sepenuhnya. Belum tersediannya lahan parkir yang cukup serta akses jalan yang cukup sulit bagi pengunjung yang tidak memiliki kendaraan pribadi untuk menuju ke taman ini. Sehingga memang perlu dibenahi dalam beberapa aspek agar fungsi taman kota ini lebih maksimal dan tujuan taman yang humanis dapat tercapai.

Riverwalk Kalianyar salah satu bentuk revitalisasi daerah sempadan sungai Penataan guna lahan di kawasan perkotaan memang harus detail dan tepat, termasuk didalamnya adalah penataan kawasan sempadan sungai. Riverwalk Kalianyar merupakan contoh lain dari pemanfaatan ruang yang sifatnya humanis. Lahan yang dahulunya hanyalah suatu gundukan tanah yang tidak memiliki fungsi yang jelas, kini lahan tersebut dimodifikasi menjadi suatu taman kecil (Riverwalk) yang memberikan kesan humanis pada kota Solo. Lahan yang dahulunya terkesan menjadikan sungai sebagai bagian belakang dari kawasan, kini sungai dijadikan halaman dan view depan dari suatu landscape kawasan kota Solo.

Konsep yang digunakan dan dasar-dasar pemikiran dalam pembuatan riverwalk ini memang sudah sesuai dengan konsep dan kriteria dalam penggunaan lahan di ruang perkotaan untuk menuju kota yang humanis. Akan tetapi dalam pelaksanaannya tidak semuanya sesuai. Tidak terawatnya taman serta sedikitnya masyarakat yang memanfaatkan ruang ini sedikit memberikan gambaran bahwa taman yang sifatnya humanis ini kurang diminati oleh masayarakat. Taman yang ada terkesan tidak bermanfaat. Namun, langkah yang diambil dalam pembangunan riverwalk ini sudah cukup bagus. Dengan dibangunnya riverwalk dipenggal pinggir Kalianyar harapannya dapat memberikan percontohan bagi kawasan lain yang aliran sungainya masih dijadikan sebagai halaman belakang.

Kesimpulan

Menuju kota yang humanis tidak semudah membalikkan telapak tangan. Menuju kota yang humanis dipersiapkan perencanaan yang matang. Kunci sukses dalam pelaksanaannya adalah membuat suatu rencana tata guna lahan yang pro dan mengakomodasi kegiatan serta kebutuhan dasar masyarakat. Peran, partisipasi dan kesadaran masyarakat juga merupakan kunci sukses dalam pelaksanaannya. Kota Solo dalam usahanya untuk menciptakan kota Humanis dengan pemanfaatan lahan yang tepat patut diberikan sambutan yang hangat bagi kota-kota lainnya di Indonesia.

Daftar Pustaka

Modul Kuliah Kerja Perencanaan 2011 http://www.centralingua.com/2009/06/profil-kota-solo.html http://www.geoarround.com/2011/04/profil-kota-surakarta.html http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/05/19/110008/Perlu-Penataan-Kota-yang-Humanis

Single Post Navigation

2 thoughts on “Menuju Kota yang Humanis

  1. boleh juga tuh..
    mantap

  2. Darlis do Dasim on said:

    Pasti si Mba e nya orang solo ya ? hehehehe soalx pembhasan yg disampaikan menjurus ke solo melulu hehehhe
    saya melihat apa yg kamu bahas diatas, semuanya hanya bersandar dari aspek teknis aja, karna berbicara Planologi tentu kita tidak hanya berbicara hal hal teknis, untuk mendapatkan suatu kota yg humanis, yaitu kota yg Aman, Nyaman, produktif, dan Berkelanjutan. artinya kita harus melihat dari aspek ekononomi, sosial,politik, budaya dll,
    I. apa kita bisa menjamin ketika RTH di suatu kota yg memadai tetapi masyarakat (keamaanannya) belum bisa diatasi lantas apa yg dikatakan kota Humanis ?
    II. apakah sistem politik yg amburadu bisa melahirkan generasi anak muda yg baik ? dalam hal ini tentu kota yg humanis juga akan enta kemana.
    III. Simpel aja mungkin tempat yg disediakan oleh pemerintah tadi yaitu sala satu contoh RTH suda ada tetapi masyrakatnya belum sejahterah, artinya masih banyak warga yg hidup dikota yg miskin, yg menjadi pertanyaan apakah mereka bisa menikmati fasilitas itu ?
    kan Gak etis, dan masih banyak lagi…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: