Dewiultralight08's Blog

Just another WordPress.com site

Wanita itu adalah kartini sang Pioner Emansipasi WANITA

 

Ibu kita kartini putri sejati

Putri Indonesia Harum namanya

Ibu kita Kartini pendekar bangsa

Pendekar kaumnya  untuk merdeka

Wahai ibu kita kartini

Putri  yang mulia

Sungguh besar cita-citanya

Bagi Indonesia

Hayo diatas lirik lagu apa? Yups benar itu lirik lagu Ibu kita Kartini. Anak-anak kecil akan dikenalkan lagu ini saat disekolah. So.. sosok Kartini sudah tidak asing lagi bagi kita. Apalagi poster Ibu kita Kartini sering kita jumpai di figura-figura ruang kelas di sekolah, bener gak? dimana sosok ibu Kartini digambarkan seorang perempuan yang mengenakan pakaian kebaya (pakaian khas wanita Indonesia-jawa) dengan sanggul dikepalanya. Sosok kartini juga tidak asing lagi bagi kita, karena memang ada hari khusus untuk memperingati hari kartini, yaitu pada tanggal 21 april. Setiap tanggal 21 April di Indonesia akan memperingati hari, yang namanya hari kartini. Bentuk peringatannya pun unik. Biasanya disekolah-sekolah akan mengadakan lomba pemakaian kebaya yang terkeren, konon katanya ibu Kartini suka pakai baju kebaya (kaya’ di poster-poster itu), dan lomba-lomba lainnya yang mengedepankan peran perempuan. Misalnya lomba pidato, lomba debat ada juga lomba masak-masak. Seru juga ya…😀

Selain identik dengan kebaya dan sanggulnya, saat disebut nama Kartini yang akan langsung terlintas diotak kita adalah, beliau seorang pioner emansipasi wanita. Kata emansipasi wanita akan selalu identik dengan ibu Kartini. Karena jika membaca buku sejarah, ibu Kartini memang sosok perempuan yang semangat sekali untuk bebas dari kebodohan, dimana saat itu wanita sangat dieksplorasi dan dibodoh-bodohi. Dan apakah teman-teman tahu kalau kartini adalah seorang Muslimah yang senang belajar agama? Haaa… muslimah..?? klo muslimah yang senang belajar agama, harusnya beliau tau donk kalo muslimah itu pake’ kerudung? Tapi kok Kartini justru penggambarannya seorang wanita yang mengenakan kebaya dan sanggul, bukan kartini yang mengenakan pakaian muslimah dengan kerudung?.. penasaran..??? ikuti ceritanya berikut ini…J rangakaian cerita berikut saya kutip dari buku “Meneladani Semangat AA Gym” (Mulyadi, 2005)

kartini adalah seorang putri bangsa yang cerdas, keturunan dari keluarga ningrat, ayahnya adalah seorang Bupati di Jepara. Dan salah satu peninggalan Beliau adalah kumpulan surat-suratnya yang diberi judul “Door Duisternis Tot Licht” yang terlanjur diartikan olehnArmin Pane “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Ini memang terdengar lebih oke dan puitis, akan tetapi menurut cucu tiri Kartini sendiri arti sebenarnya yang lebih tepat adalah “Dari Kegelapan Menuju Cahaya”, yang diambil dari surat Al Baqoroh ayat 227.

Raden Ajeng Kartini begitulah nama keningratannya, merupakan seorang pemikir dan pengarang. Ia menuangkan pemikiran dan refleksinya dalam surat-surat berbahasa Belanda yang indah. Tidak ada seorang muslimah Jawa yang menjadi pemikir sekaligus pengarang yang subur di masanya, kecuali Kartini. Beliau wafat dalam usia muda, 25 tahun, saat melahirkan anak pertamanya.

Kartini adalah murid dari kyai haji Muhamad Sholeh bin Umar, seorang ulama besar dari Darat, Semarang.beliau menghadiahi Kartini terjemahan Al Qur’an yang baru setengahnya diterjemahkan. Kartini ingin mempelajari, memahami, dan mengamalkan Al Qur’an, meskipun beliau pernah apatis terhadap Islam. Saat kecil, Kartini yang cerdas pernah menanyakan arti dari kitab suci Al Qur’an yang dibacanya, namun Kartini justru dimarahi oleh guru pengajarnya, karena dianggap meragukan Al Qur’an.

“ Dan waktu itu aku tidak mau lagi melakukan hal-hal yang aku tidak tahu apa perlunya dan apa manfaatnya. Aku tidak mau lagi mebaca Al Qur’an, belajar menghafalkan perumpamaan-perumpamaan dengan bahasa asing yang tidak aku mengerti artinya. Dan jangan-jangan ustadz dan ustadzahku pun tidak mengerti artinya. Katakanlah kepadaku apa artinya, nanti aku akan mempelajari apa saja. Aku berdosa, kitab yang mulia itu terlalu suci sehingga kami tidak boleh mengerti apa artinya.” -Surat Kartini kepada E.E Abendanon 15 Agustus 1902-

“Allah Pemimpin orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya. Dan orang-orang yang kafir pemimpin-pemimpin mereka adalah Taghut, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal didalamnya”. (Q.S Al Baqarah : 257)

Tragedi Kartini

Kartini ingin menjadi muslimah sejati. Kartini ingin berjuang memuliakan agama Islam. Namun beliau belum sepenuhnya berhasil, baru setengah jalan. Sebabnya, Kartini berjuang sendiri, tidak bergabung dengan barisan santri. Temannya Abendanon orang yang berusaha keras melakukan pembaratan kalangan ningrat, atau Stella sahabat pena Kartiniyang Yahudi. Teman lainnya adalah Dr. Adriani seorang pendeta Kristen, Annie Glasser seorang mata-mata Abendanon, Ir.H. Van Kol dan Ny. Van Kol penulis yang paling berperan mendangkalkan aqidah kartini. Sehingga pemikiran Kartini rancu, terwarnai barat dan dipengaruhi pemikiran-pemikiran Yahudi dan Nasrani.

Salah satu cita-cita beliau adalah melanjutkan pendidikan ke Belanda. Agar Beliau lebih berilmu sehingga bisa berbuat lebih banyak. namun keinginan tersebut tidak berhasil, dicegah oleh Mr. J.H Abendanon, yang khawatir keburukan praktek penjajahan Belanda dipribumi diketahui oleh parlemen Belanda sendiri.

“kami disini memohon disulkan pengajaran dan pendidikan anak-anak perempuan bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laik-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserukan alam (Sunatullah) sendiri kedalam tangannya : menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.” –surat Kartini kepada  Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902-

Dari surat ini terlihat bahwa pemikiran Kartini sesuai dengan yang diajarkan dalam Islam. Surat ini adalah surat yang menunjukkan ke-emansipasi-an wanita dalam arti yang sebenarnya, yang dimaksud oleh Kartini. Dan apakah saat ini wanita-wanita yang meneriakkan EMANSIPASI WANITA pernah membaca dan mempelajari makna emansiapsi yang sebenarnya?. Wanita-wanita modern yang meneriakkan emansipasi saat ini lebih condong memaknainya sebagai senjata pamungkas untuk bersaing dengan pria. Bahkan untuk kegiatan yang tidak sesuai dengan kodrat wanitapun digeluti. Seperti tukang bangunan, supir angkot, bahkan atlit angkat besi pun juga ada seorang wanita.

“Emansipasi Kartini” adalah pendidikan yang cukup bagi muslimah agar bisa lebih baik melakukan tugas-tugas mulianya.diantaranya adalah pendidik pertama manusia, pendidik peradaban manusia. kualitas manusia didunia ini ditentukan dari pendidikan yang diberikan oleh ibunya, karena memang ibu/wanita adalah orang yang pertama, yang memberikan pelajaran kehidupan didunia kepada anaknya. sehingga tidak salah kalau saya menyebutnya bahwa wanita adalah penentu kuliatasa peradaba manusia di masa yang akan datang.emansipasi Kartini adalah kembali kerumah. Tapi bukan berarti seorang wanita Cuma beraktivitas di rumah saja, memasak saja, mengurus rumah dan anak saja. Tentu tidak seperti itu. Perempuan/Wanita boleh beraktivitas diluar rumah seperti mengeluti karir yang ia cintai seperti menjadi presiden, menjadi seorang anggota dewan. Semua itu tidak masalah, asalkan wanita-wanita yang berkarir diluar rumah ini, tidak melupakan kewajibannya sebagai seorang ibu, ibu pengajar pertama-tama, kodrat seorang wanita.

Kartini Mendobrak Keningratan

“sesungguhnya adat sopan santun kami orang jawa amatlah rumit. Adikku harus merangkak, bila hendak berlalu di hadapanku. Kalau adikku duduk di kursi, saat aku lalu, haruslah ia segera turunn dan duduk di tanah, dengan menundukkan kepala, sampai aku tidak kelihatan lagi. Adik-adikku tidak boleh ber-kamu dan ber-engkau kepadaku. Mereka hanya boleh menegur aku dalam bahasa kromo inggil (bahasa Jawa tingkat tinggi). Tiap kalimat yang diucapkan haruslah diakhiri dengan sembah. Berdiri bulu kuduk, bila kita berada dalam lingkungan keluarga bumi putera yang ningrat. Bercakap-cakap dengan orang yang lebih tinggi derajatnya harus perlahan-lahan, sehingga hanya orang didekatnya sajalah yang dapat mendengar. Seorang gadis harus perlahan-lahan jalannya, langkahnya pendek-pendek, gerakannya lambat seperti siput, bila berjalan agak cepat, dicaci orang, disebut kuda liar.” – surat Kartini kepada Stella 18 Agustus 1899 –

“peduli apa aku dengan segala tata cara itu, segala peraturan-peraturan, semua itu bikinan manusia dan menyiksa diriku saja. Kau tidak dapat membayangkan bagaimana rumitnya etiket di dunia keningratan jawa itu. Tapi sekarang mulai dengan aku, antara kami (Kartini, Roekmini dan Kardinah) tidak ada tata cara lagi. Perasaan kami sendiri yang akan menentukan sampai batas-batas mana cara liberal itu boleh dijalankan.” – Surat Kartini kepada Stella 18 Agustus 1899 –

“bagi saya hanya ada dua macam keningratan: keningratan pikiran (fikrah) dan keningratan budi (akhlaq). Tidak ada yang lebih bodoh menurut persepsi saya daripada melihat orang yang membanggakan asal keturunannya. Apakah berarti sudah beramal soleh, orang yang bergelar Graaf atau Baron ! tidak dapat dimengerti oleh pikiranku yang picik ini.” – surat Kartini kepada Stella 18 Agustus 1899 –

Pandangan Kartini Terhadap Barat

“ orang kebanyakan meniru kebiasaan orang baik-baik : orang baik-baik meniru perbuatan orang yang lebih tinggi lagi, dan merak itu meniru yang tertinggi pula ialah orang-orang Eropa” – surat Kartini kepada Stella 23 Mei 1899 –

“Bolehlah negeri Belanda merasa bahagia, memiliki tenaga-tenaga ahli, yang amat bersungguh-sungguh mencurahkan seluruh akal dan pikiran dalam bidang pendidikan dan pengajaran bagi remaja-remaja Belanda. Dalam hal ini anak-anak Belanda lebih beruntung daripada anak-anak Jawa, yang telah memiliki buku selain buku pelajaran disekolah.” – surat Kartini kepada Ny. Van Kol, 20 Agustus 1902 –

“ aku ingin melanjutkan pendidikanku ke Holland, karena Holland akan menyiapkan aku lebih baik untuk tugas yang telah kupilih” – surat Kartini kepada Ny. Ovink Soer, 1900 –

selanjutnya tentang kartini akan dilanjutkan pada kesempatan yang lain🙂

Single Post Navigation

5 thoughts on “Wanita itu adalah kartini sang Pioner Emansipasi WANITA

  1. ibu kita kartini adalah seorang bangsawan yg tak pernah menerima lapang dada:D🙂😛 :O

  2. 🙂😦 jejak
    hahahahahahahahahahahah

  3. hahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahaha:)

  4. Semua opiniku tentang kesetaraan gender ada di :

    http://pobersonaibaho.wordpress.com/2011/03/13/diskusi-kesetaraan-pria-dan-wanita/

    Tukar pikiran yuk tentang kesetaraan pria dan wanita, jgn lupa komentar ya di sana tinggal masukin email klu blom punya blog, Makasih

  5. ,i like it ibu kartini,,,,i love you mam…..eemb keyennn,,,,optimalis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: