Dewiultralight08's Blog

Just another WordPress.com site

Proses Urban Design ala Hamid Sirvani

Dalam teknik perencanaan wilayah dan kota ada satu materi yang sepertinya simpel di pandang, tapi berat dalam memikirkannya. materi apa itu …??? materi itu adalah materi “Urban Design”. Materi ini berisikan tata cara seorang perencana dalam merencanakan suatu kawasan yang hendak direncanakan.  misalnya merencanakan suatu kawasan yang belum dikembangkan, tapi sebenarnya memiliki potensi untuk dikembangkan dan memiliki potensi untuk produktif. simpelnya, teori urban design mengacu pada arsitektrur kota-mendisegn sebuah kawasan-. dari kata-kata penyususnnya saja, kita sudah bisa mengetahui bahwa materi ini mengacu pada menciptakan suatu kawasan yang keren, indah, produktif dan nyaman. “urban” berarti kota. “design” berarti mengkreasikan, membuat berbeda. Jadi, urban design adalah kegiatan untuk mengkreasikan atau membuat suatu kota atau kawasan menjadi lebih menarik, produktif dan Amazing.

Teori urban design sendiri banyak yang mencetuskannya. salah satu diantaranya adalah adalah teori urban design nya Hamid Sirvani. Beliau adalah seorang sarjana desain arsitektur dan perkotaan sekaligus seorang rektor di California State University, Stanislaus. Berikut adalah komponen-komponen yang harus dipertimbangkan dalam mendesign suatu kawasan :

1. Land Use –> penggunaan lahan

2. Building Form and Masssing –> ketinggian bangunan, sempadan, area terbangun, hubungan antar masa bangunan

3. Circulation and Parking –> arah pergerakan, beban & daya tampung jakan serta parkirannya.

4. Open Space –> taman & akun-alun, elemen ruang terbuka, ruang terbuka lain

5. Pedestrian Ways –> jalur pejalan kaki, sirkulasinya.

6. Activity Support –> elemen-elemen/fungsi-fungsi yang ikut mendukung atau menggerakkan aktivitas. misalnya “pariwisata” di dukung adanya tempat belanja, tempat makan, dan tempat istirahat.

7. Signage –> penanda, reklame, de el el

8. Preservation –> menjaga/memlihara keberlangsungan aktivitas/jiwa tempat yang dilindungi.

8 elemen diatas merupakan elemen-elemen yang harus diperhatikan dalam mendesign suatu kawasan, kedelapan elemen diatas harus dikaitkan antara 1 elemen ke tujuh elemen lainnya untuk mendapatkan gambaran apa yang harus dilakukan dalam mendesign nya. setelah semua di petakan, maka sang perencana dapat membuat sebuah rencana untuk menyulap suatu kawasan yang awalnya tidak produktif menjadi suatu kawasan yang produktif dan memberikan warna pada suatu wilayah.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: