Dewiultralight08's Blog

Just another WordPress.com site

Perencanaan Kota terkait dengan Variabel kependudukan

Perencanaan wilayah dan kota adalah wacana yang sangat popular beberapa terakhir, karena sebagian besar manusia sudah sadar bahwa diperlukannya perencanaan dalam hidup ini, perencanaan dalam memanage wilayah dan kota, serta perencanaan-perencanaan lainnya untuk menjaga keberlangsungan hidup yang nyaman, aman dan sejahtera. Perencanaan hadir menjadi metode atau cara mengatur semua kegiatan baik pembangunan, konsumsi, produksi, serta kegiatan-kegiatan lainnya, karena saat ini penghuni planet bumi mengalami peningkatan populasi manusia yang hidup didalamnya, kebutuhan yang diperlukannya turut mengikuti peningkatan jumlah manusia yang ada. Sehingga semua kebutuhan harus dimanajemen, diatur, direncanakan dengan baik agar semua kebutuhan tersebut dapat terpenuhi. Karena semakin hari, sumber daya pemenuhan kebutuhan manusia akan semakin menurun, jika tidak dikontrol dan dimanajemen dengan baik.

Perencanaan wilayah dan kota adalah suatu  kegiatan  untuk  merumuskan suatu kebijakan yang dapat digunakan untuk membuat sebuah rencana. Perencanaan kota akan lebih baik, jika terdapat keselarasan dan saling memahami antara kekuatan pemerintah dan non-pemerintah. Perencanaan secara keseluruhan tidak dapat hanya dilakukan oleh satu atau beberapa orang saja, namun dibutuhkan pengorganisasian beberapa hirarki yang saling mendukung satu sama lain guna mencapai kesuksesan dalam suatu perencanaan.

Perencanaan wilayah dan kota saat ini memang sedang di kembangkan di Indonesia bahkan diseluruh Negara yang ada di planet bumi ini. Hal ini terlihat dari beberapa langkah yang diambil oleh pemerintah Indonesia, seperti melakukan revisi atau mengamandemen undang-undang tata ruang, setiap daerah di wajibkan memiliki RTRW, dan ada beberapa kebijakan lainnya. Kebijakan-kebijakan ini diambil karena banyak orang, komunitas, ataupun pemerintah menyadari bahwa perkembangan kota saat ini tumbuh dengan cepat, dan dampaknya bisa merambat kearah permasalahan lingkungan, permasalahan pendidikan bahakan sampai dapat menimbulkan permasalahan ekonomi. Oleh karenanya saat ini sedang di galakan rencana tata ruang untuk mengatur dan memperbaiki sistem perkotaan di Indonesia.

Korelasi secara statistik dikembangkan untuk menkonfirmasikan kebijakan dan program pembangunan kota yang disusun. Penggolongan penduduk perkotaan juga merupakan salah satu bentuk statistik tersebut. Para pakar sosiologi memperhatikan penduduk perkotaan atas dasar umur, jenis kelamin, status perkawinan, tingkat pendidikan, latar belakang kesukuan, dan kategorisasi-kategorisasi lain yang disusun berdasarkan berbagai sensus dan survey. Dengan melihat kecendrungan golongan penduduk perkotaan, para perencana dapat membuat sebuah perencanaan yang sesuai dan tepat bagi masyarakat perkotaan sendiri, dimana masyarakatlah yang akan menilai, mengawasi, dan merasakan hasil dari perencanaan tersebut.

Dari sini dapat terlihat bahwa variabel dalam perencanaan wilayah dan kota tidak hanya pada variabel fisik yang berupa bangunan, sarana-prasarana, dan infrastruktur, akan tetapi juga menyinggung dan memperhatikan variabel penduduk dan variabel ekonomi. Karena didalam kehidupan suatu wilayah ataupun kota variabel ekonomi, terutama variabel kependudukan sangatlah penting. Oleh karena itu tidak salah jika dalam perencanaan pembangunan wilayah dan kota menggunakan wawasan kependudukan sebagai variabel utama dalam sebuah perencanaan.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: