Dewiultralight08's Blog

Just another WordPress.com site

Menuju Jalan yang Lurus part V

“Wahyu yang mula-mula sekali diturunkan kepada Rasulullah SAW ialah wahyu yang menyuruhnya membaca dengan nama Tuhannya. Wahyu inilah yang menandakan permulaan kenabian beliau. Dalam peringkat ini beliau disuruh membaca untuk diri beliau sendiri dan belum disuruh menyampaikannya kepada orang lain. Menyampaikan berita ancaman kepada kaum keluarganya yang terdekat, diikuti pula dengan penyampaian seruan yang beliau lakukan kepada seluruh kaumnya, kemudian kepada orang-orang Arab di sekelilingnya dan selanjutnya umat manusia. Dalam kurun sepuluh tahun atas kenabiannya, beliau menyampaikan dakwah tanpa kekerasan dan peperangan, juga tanpa pungutan jizyah. Beliau menyampaikannya dengan lembut dan tahan menderita. Setelah itu barulah beliau diizinkan berhijrah ke Madinah dan dibenarkan untuk berperang. Lalu beliau disuruh memerangi orang yang memeranginya dan jangan mengganggu orang yang tidak mengganggu dan tidak memusuhinya. Dan selanjutnya, diperintahkan untuk memerangi orang musyrikin sehingga Islam menjadi milik Allah SWT semata. Inilah sejarah awal di perintahkannya umat manusia untuk berjihad di jalan Allah.

Terlepas dari lahir dan keluarnya perintah jihad ini, orang kafir terbahagi tiga golongan:

1.   Golongan yang berdamai dan tidak memusuhi Islam. (surah Attaubah*panduan lengkap kategori perdamaian dalam perang*)

2.   Golongan yang memusuhi dan memerangi Islam.

3.   Golongan dzimmi, yaitu golongan yang menyatakan tunduk kepada Negara Islam dan mendapat jaminan hidup aman di bawah pemerintahan Islam.

Di samping itu ada pula orang-orang kafir yang mengikat janji, dan itu terbagi tiga golongan:

1.      Golongan yang diperintahkan untuk dimusuhi dan diperangi, yaitu golongan yang sengaja melanggar janji

2.      Gologan orang kafir yang mengikat janji untuk tempo tertentu dan mereka tidak melanggar janji itu dalam tempo yang telah ditetapkan dan tidak menonjolkan sikap permusuhan terhadap beliau. Untuk golongan ini beliau diperintahkan untuk tetap memegang janji itu sampai habis temponya.

3.      Golongan yang tidak mengikat janji dan tidak juga memusuhi beliau. Kepada golongan ini beliau disuruh memberi tempo empat bulan.

Jadi setelah melihat sejarah singkat jihad, sehingga didapatkan cirri-ciri asli dari jihad itu sendiri diantaranya adalah :

1)      Dalam pergerakan Islam itu harus melihat fakta-fakta dan realita yang terjadi di lapangan. Menghadapi jahiliyah dalam segi iktikad dan konsep, maka gerakan Islam menghadapi realiti dengan membawa perkaraperkara yang selaras dengan realita tersebut. Dihadapi dengan dakwah dan seruan, dengan keterangan dan penjelasan untuk mebetulkan iktikad dan kepercayaan, dengan kekuatan dan perjuangan untuk menghapusklan sistem dan kekuasaan yang sedang berkuasa dan yang menghalangi untuk diseukannya islam.

2)      Agama adalah realita dari sebuah organisasi, karena agama merupakan suatu gerakan yang didalamnya banyak memiliki tahap dan tingkatan. Dimana tahap dan tingkatan tersebut memiliki cara yang sesuai dengan keadaan dan keperluan pada saat itu.

3)      Meskipun bentuk gerakan selalu berubah, menyesuaikan keadaan dan kebutuhan saat itu, akan tetapi tidak boleh menyimpang dari konsep dasar dan kaedah Islam.

4)      Ketetapan syariat yang berhubungan antara manusia yang beragama islam dengan manusia lainnya mengikuti cara dan dasar yang terdapat dalam  buku Zaadul ma’ad dan berjalannya ketetapan itu berlandaskan penyerahan diri hanya kepada dank arena Allah SWT.

Dimanapun organisasi Islam berada, yang menjunjung tinggi dan mengamalkan program dan panduan dari Allah (Al Qur’an) maka dengan sendirinya Allah memberikan kepadanya hak bergerak untuk menerima kekuasaan dan melaksanakan programnya, di samping membiarkan masalah akidah itu menjadi masalah individu yang berkaitan dengan kesedaran masing-masing. Kalaulah Allah SWT melarang golongan Islam melakukan jihad untuk suatu ketika, maka itu adalah masalah taktik saja dan bukan masalah prinsip. Masalah mengendalikan organisasi bukan masalah akidah.

Atas dasar ini kita boleh memahami nas-nas dan petunjuk Al-Quran yang bermacam-macam bentuknya itu mengikut perkembangan sejarah yang silih berganti, mengikuti pasang surut hidup umat manusia. Kita jangan sekali-kali mencampur aduk dalil-dalil dari Ayat-ayat yang bersifat sementara dan menyusun strategi perjuangan jihad dengan Ayat-ayat yang merupakan dalil umum bagi organisasi Islam, yang tidak berubah-ubah di sepanjang zaman.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: