Dewiultralight08's Blog

Just another WordPress.com site

Tata Ruang Daerah diabaikan

“Pemerintah daerah masih mengabaikan kewajibannya untuk membuat rencana tata ruang dan melaksanakannya secara konsisten. Justru yang terjadi, banyak daerah yang merusak lingkungan, termasuk izin kuasa pertambangan.”

Berbagai kerusakan lingkungan , seperti diizinkannya pembukaan perkebunan kelapa sawit di Areal Penggunaan Lain (APL) – hutannya lebih lebat dan kayunya lebih besar, dibandingkan dengan hutan lindung – juga dipicu karena daerah tersebut belum mempunyai tata ruang sehingga belum jelas peruntukan lahannya, dan bahkan rela mengorbankan lingkungan demi menyetujui suatu investasi.

 

Masalah konservasi harus terus digaungkan kesemua kalangan. Memanfaatkan hutan harus kembali kepada kearifan lokal. Kearifan lokal itu intinya bagaiman tidak mengeksploitasi hutan dan lingkungan secara berlebihan. Karena bencana alam terus akan terus terjadi, jika pemerintah tidak tegas menyelamatkan lingkungan. Keuntungan ekonomis dari mengeksploitasi alam, ternyata tidak seberapa jika dibanndingkan ongkos yang harus dikeluarkan akibat rusaknya lingkungan.
sumber KOMPAS.

ini comment Dewi, dari apa yang ada di berita ini.
Dalam tata ruang dan perencanaan, pengembangan wilayah dan kota, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah kelestarian lingkungan. 30% ruang terbuka hijau yang dicanangkan dalam UU no.27 tahun 2007 harusnya dapat dipenuhi. karena 30% dari 100% persen tentunya itu jumlah yang tidak begitu banyak. keberadaan ruang terbuka hijau juga sangat dinantikan tentunya oleh masyarakat yang tinggal di kawasan perkotaan. dan lahan yang memang sudah ditetapkan menjadi kawasan lindung tentunya harus tetep dijaga kelestariannya. agar tidak terjadi yang namanya global warming, krisis air tanah, longsor, banjir, gerah, panas.
kadang alasan ekonomi sering menjadi faktor utama penghambat untuk direalisasikannya pelestarian ruang terbuka hijau di perkotaan dan kawasan lindung. memang berat sih, tidak bisa dimunafikkan juga kalo ekonomi juga penting, tapi tetntunya juga mempertimbnagkan aspek lainnya kan..???
peningkatan ekonomi ok, tapi karena pengeksploitasian besar2an terhadap lingkungan, biasanya juga dibarengi dengan kerugian2 yang ditimbulkan dari hal tersebut. nah yang bikin berat, keuntungan secara ekonomis yang didapat dari pengeksploitasian, gak sebanding dengan kerugian secara ekonomis juga jika terjadi bencana.
bener gak..???

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: