Dewiultralight08's Blog

Just another WordPress.com site

Kemenangan Rakyat Surabaya ! *Kompas*

“Surabaya di bulan November. Bridgen Mallaby, komandan pasukan sekutu, terbununh di Jembatan Merah, 65 tahun silam. Ada aroma heeroisme dan darah. Sekarang kota ini berhasil mentransformasi diri dari kota garang, kumuh dan ugal-ugalan menjadi kota yang ramah dan manusiawi. Ada kemenangan atas perebutan symbol-simbol yang menggerakkan sebuah kota.”

Walikota Surabaya Bambang Dwi Hartono (2002) melakukan transformasi dengan cara merebut kembali lahan-lahan 14 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berdiri diatas ruang terbuka hijau, dimana SPBU selama ini dikuasai oleh swasta. Sehingga dalam perebutannya tidak mudah. Walikota Surabaya harus menghadapi 13 gugatan ke pengadilan atas perebutan lahan SPBU ini. Namun di tahun 2009, gugatan-gugatan tersebut dimenangkan oleh Walikota Surabaya. Saat ini di area SPBU disulap menjadi taman pelangi, taman prestasi, taman lansia dan taman-taman lainyya dengan tema yang berbeda.

Selain itu, walikota Surabaya juga melakukan identifikasi persoalan air bersih, Pedagang Kaki Lima (PKL), pasar tradisional, permukiman kumuh, Kemacetan dan Banjir. Pertama yang dilkukan adalah menelusuri seluruh sungai yang selama ini menjadi sumber banjir. Dan fakta dilapangan menunjukkan bahwa tidak ada sungai yang melintasi kota Surabaya yang bermuara/ sampai tembus kelaut. Dan akhirnya sungai-sungai itu ditembuskan ke laut yang diikuti pengedukan saluran-saluran drainase kota, dan memperluas jalur pedestrian. Jalur pedestrian ini setiap sorenya dibersihkan oleh petugas kebersihan, dengan cara disapu dan dipel.

Untuk menangani masalah PKL walikota Surabaya memulai dengan memahami hulu persoalannya, yang intinya masyarakat ingin hidup sejahtera (makan enak, tidur nyenyak). Dan hal yang pertama kali dilakukan oleh walikota Surabaya adalah langsung datang kekampung-kampung, memberdayakan masyarakat dengan membentukmantri-mantri ekonomi. Selain itu, Walikota Surabaya secara rutin bertemu dengan ketua RT, ketua RW, dan perangkat Desa, serta tokoh masyarakat untuk membicarakan permasalahn kota, terutama PKL. Dan akhirnya para PKL mau dipindah ke tempat yang telah disiapkan oleh Pemkot.
sumber koran KOMPAS, minggu, 21 November 2010 yang diringkas dan di edit

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: