Dewiultralight08's Blog

Just another WordPress.com site

Menjelang Seperempat Abad

Entahlah, apa ini emang siklusnya hidup atau emang diri ini yang sedang error. Kok aku ngerasa dan menyadari sepenuhnya beberapa perubahan diri aku secara mental dan psikis. Beberapa minggu terakhir aku menyadari perubahan yang cukup membuat aku tak nyaman dengan diri sendiri. Apakah kalian pernah ngerasain seperti perang  batin? Read more…

Apakah aku kenal aku?

Kenal? Sebenernya definisi kenal itu seperti apa? Tau nama? Tau alamatnya? Tau orangnya? Tau anaknya siapa? Apakah dengan tau beberapa data diatas kita bisa menganggap ‘kenal’ dengan seseorang? Kalo dilihat dari kacamata mainstream saat ini, tau data-data diatas sudah bisa dinobatkan bahwa anda sudah kenal dengan orang itu.

Tapi menurutku makna ‘kenal’ yang sebenarnya adalah saat kamu tau semua informasi tentang orang yang dimaksud tak hanya informasi permukaan, tapi juga informasi menyeluruh tentang dia. Informasi-informasi seperti, Read more…

Finding Curup Maung 2 : Tracking

image

The treasure

Yes. Kemaren kita udah jalan nyampek parkiran ya. Nah lanjuttt sekarang jalan kaki for finding the treasure nya😉. kebetulan kita kemaren pas turun dari mobil ada anak-anak lokal yang mau renang disana, jadilah kita ngekor dgn mereka. Kita diajak ngelewatin jalan setapak alternatif. Kalo kata adek-adeknya jalan alternatif ini lebih singkat dibanding dengan rute aslinya. Namanya juga alternatif yaaa hahahaa. Okee jalan kaki ini di tempuh kurang lebih jaraknya 1 km an kali ya sebelum menyentuh bibir jurang. Iya bibir jurang, buat mencapai curup ini kita harus ngesot-ngesot nurunin tebing yg curam, kira-kira persentase kemiringannya >35%. Udah bisa ngebayangin? Ya begitulah, meleng dikit bisa jatuh yg dapat mengakibatkan kematian. Serem amat? Sebenernya gak seserem itu, tapi beneran kudu waspada dan hati-hati apalagi emang pernah ada yang meninggal disini. Apalagi kalo lagi musim hujan, itu perlu super super super waspada. Kemaren kita bertiga kesananya juga pas malemnya turun hujan, jadi jalanan becek dan licin. Keadaan ini harap dimaklumi yoo, karena emang curup maung ini baru di expolore dan dipromisiin. Terlebih lagi yang letaknya di’pedalaman’ dan it is in sumatra island :):p sist brooo.

image

Ini jalanan yg masih humanis. Setelah turun dari kendaraan kita kudu jalan kaki menuju bibir jurang

image

Masih menuju bibir jurang

image

Dikit lagi nyampek bibir jurang

image

Tadaaa.. sampek deh di bibir jurang

Oh ya satu lagi perlu diperhatikan bahwa untuk saat ini wisata ke curup maung tidak disarankan untuk wisata keluarga, mengingat medan untuk turun ke curupnya cukup berat kalok harus gendong gendong anak kecil dan bawa orang-orang berumur hehehe. Bukan bukan bermaksud mendeskriminasikan tapi serius, pas kita kesitu kemaren ada satu keluaga kayaknya, yang berusaha bahu membahu buat turun kebawah. Tapi akhirnya mereka menyerah dengan keadaan😦 kesian sih.. tapi emang apa mau dikata, kalo dilanjutin justru membahayakan keluarga mereka sendiri. Posisinya kemaren keluarga ini lebih dulu datang dibanding kita, tapi ya karena lamaaaa banget nungguin mereka buat berusaha turun, akhirnya kami trio treveler minta ijin nduluin mereka🙂 semoga saja pemerintah daerah dan stakeholder terkait bisa mengakselerasi pembangunan sarana dan prasarana kesini, sehingga curup maung dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Ceilehh bahasanya kayak iklan layanan masyarakat yak😀

image

Ini baru permulaan sist bro

image

Ini titik awal turunan curaaaaam

Setapak demi setapak, menclok dari satu batu ke batu lain, dari satu pohon kopi ke pohon kopi yang lain, dari satu akar ke akar yang lain, fokus biar gak salah langkah. Ya begitulah karena jalanan licin kami sangat hati-hati. Teruss aja pokoknya ngesot-ngesot menuju ke bawah. Tak terasa udah nyampek aja di pertengahan tebing. Dari sini kami bisa ngeliat pangkal curup nya❤

image

Dari sini masih lanjut lagi jalan ngesot-ngesot kebawah. Tapi ngomonh-ngomong, sepanjang track ini ngelewatin kebon kopi orang loh. Aku salut nih ama yg punya kebun, gimana cara manenin kopinya yak. Aku yg turun tanpa beban (aku cuma bawa ransel yang isinya snack ama air minum doank) susah naik turun lewat situ. Salute buat si pemilik kebun kopi.
And finally we reach the treasure🙂

image

Detik-detik pas mau nyampek

image

We found the treasue

Dan seperti wisatawan lainnya sesampainya disana kami langsung foto-foto mengabadikan moment dan kondisi sekitar curup maung. MashaAllah cantiknya ciptaan Allah swt❤ ini masih perawan. Kok baru sekarang boomingnya? kenapa gak dari dulu-dulu? udah 17 tahunan tinggal di sumatra selatan kok baru sekarang terdengar gaung nya wisata-wisata air terjun di Lahat ini. Dulu kalo mau wisata alam paling pergi ke kebun teh di pagar alam, kalo gak pergi ke pantai-pantai yang ada di Bengkulu. Tapi sekarang udah punya alternatif jalan-jalan donk😉
Gak jauh dari curup maung ini sebenernya ada juga air terjun lainnya, namanya curup 7 buluh (itu ngeliat di plang penanda di pinggir jalan. Ngeliatnya gak sengaja gara-gara kita kelewatan pas mau ke curup maung itu. Ya yang kemaren aku cerita, kita kelewatan 10 km itu😥 ) oke berikutnya aku gak mau cerita lagi. Aku kasih foto-foto aja ya sister and brother😉

image
image

Yeah sist bro

image

Sebenernya ada 2 curup di sini

image

Si Danang yg pinter renang langsung mandi aja dia

image

Ada kelompok-kelompok lain yg ikutan udah sampe

image

image

image

image

Tenang aja ada juga kok warga lokal yg jualan di lokasi

Happy holiday sist and broo. Let’s explore Lahat. Cuman jangan buang sampah sembarangan ya di sana. Nedo ngiluk i dide merusak jadilah😉

Finding Curup Maung 1: Rute Perjalanan

image

Ini secuil surga dunia yg di kasih Allah ke kita. Masha Allah..

Perjalanan menemukan curup maung ini kami lakukan sebulan yang lalu (hiks males nian ye nulis tuh. Abaikan). Berbekal ‘kata orang’ dan beberapa web berita yg ‘sedikit’ mengulas curup ini, yang katanya Masha Allah indahnya dan pernah jadi tranding topic dunia, kami mulai petualangan kami. Ya kami berangkat ber 3 aja. Trio traveler gitu. 3 kakak beradik. Read more…

Maaf, Karena ku tak Bisa Sehebat Dirimu

Mungkin kalian mengira kalau aku apatis. Atau mungkin kalian mengira aku anti sosial. Atau mungkin juga aku dikira gak nasionalis. Sebagai yang disebut pemuda di negeri ini aku tak turut aktif ‘menyuarakan’ aspirasi kepada pemerintah. Aku cenderjng diam dan terkesan hanya sebagai penonton yg masa bodoh apa yg terjadi diluar sana, apa yg terjadi dengan negri ini.
Tapi sesungguhnya dari lubuk hati yang terdalam aku sangat
Read more…

Pergi ke Kebun Buah Mangunan (lagi)

yang tinggal di Jogja atau yang sedang liburan di Jogja, tak ada salahnya untuk mengunjungi kebun buah mangunan ini. kebun buah ini semacam mekar sarinya Jogja kali ya🙂 jadi kebun Buah mangunan ini ada di Imogiri, Bantul. di lereng kebun- sebelum masuk ke kawasan kebun- ada juga objek wisata makam sultan mataram (makam raja-raja Mataram).  dulu aku pernah ke kebun buah mangunan dalam rangka makrab (malam keakraban) bareng teman-teman semua angkatan PWK UGM, tapi aku belum foto di salah satu spot kebun mangunan ini yang menurutku kalo belum foto di situ belom ke kebun mangunan. jadilah aku kemaren kesana lagi, kali ini bareng temen2 dari geodesi. ada Mukti (anggota kurcaci 8C), azmi, dan septi. kita berempat berangkat dari kampus jam 11 an, nyampe disana sekitar jam 12 an lah (kurang lebih 1 jam perjalanan dari kampus-Teknik UGM). kita berangkat mengendarai sepeda motor, kalo mau pake kendaraan umum kurang tau juga, tapi sepanjang perjalanan aku tak melihat tanda-tanda kendaraan umum lewat.

karena di perbukitan, jalan yang di tempuh tentu menanjak dan berkelok-kelok (standar jalanan di daerah pegununganlah) Read more…

Musim Ujian di Kampus Mulai Datang

dapat A+ ?sebagai mahasiswa yang belajar di universitas negri, kita semua bentar lagi mau ngadepin, oh bukan, tapi menyongsong ujian akhir semester. bukankah begitu ? ini sangat mendebarkan bagi mahasiswa baru, karena mahasiswa baru akan menghadapi ujian akhir semester pertamanya untuk pertama kali di bangku kuliah. seperti saya dulu, saya juga menunggu ujian akhir semester ini dengan perasaan campur aduk. secaraa… untuk pertama kali bakalan ujian dan setelah itu bakalan nerima raport yang beda saat masih SD, SMP, dan SMA. itu loh deg deg an nyiapin ujian untuk dapat nilai yang bagus, tapi bukan bentuk angka, tapi bentuknya huruf. bakalan dapat apa ya? A? B? C? D? atau E? oh nooo, gak ada nilai 100, 90, 80 atau 70 lagi. gak ada tulisan ranking kelas lagi, gak ada jum;ah nilai lagi, dan yang pasti gak ada raport yang harus ditanda tangani sama ortu lagi😀 . semuanya akan berbeda dari masa-masa sekolah yang dulu-dulu. yang pasti untuk maju dalam ujian akhir semester ini harus belajar dengan semestinya dan dapat nilai yang semestinya juga (bergantung proses belajar selama satu semester terakhir)

bagi seluruh mahasiswa yang akan menjalankan ujian akhir semester ini bulan depan (7 Januri 2013), silahkan dipersiapkan dengan baik mulai dari sekarang (ini juga peringatan buat aku sendiri😀 ). silahkan mempersiapkan fisik, materi, dan mental. jangan sampai saat mau ujian jatuh sakit,dan gara gara sakit gak bisa ikut ujian akhir. apalagi ini udah masuk musim hujan dan musim penyakit mulai datang, jadi jagalah kesehatan yang paling utama, lalu kaloudah  sehat baru bisa nyiapin yang lain. Read more…

Sampah, Sumberdaya atau Limbah?

trashJudul artikel ini sebenarnya adalah judul suatu seminar yang tidak sengaja saya ikuti di KPFT kamis, 6 Desember 2012 yang lalu. Dalam seminar itu di bahas bagaimana permasalahan sampah sangat krusial saat iini. Oh ya dalam seminar ini pembicaranya ada yang dari Swedia, namanya Mr. Kamran (aktivis sampah dan dosen *sepertinya* di University of Boras) dan satu lagi adalah dosen UGM sendiri (dosen teknik kimia, nah yang ini saya benar2 lupa mencatat nama beliau). Ok saya akan menulis apa yang saya dapat di seminar itu. Sebenanya sampah itu limbah atau sumber daya ya?

Prolog

Manusia yang notabennya makhluk paling berakal dan pintar di muka bumi ini, lambat laun menjadi aktor perusak bumi ini sendiri. Padahal dalam Al Qur’an juga telah dipesankan oleh Allah SWT bagi manusia untuk menjadi pemimpin di bumi ini dan menjaganya. Namun, perkembangan yang terjadi manusia lah perusak bumi sesungguhnya (saya bagian dari himpunan manusia itu sendiri sebenernya). Peran sebagai pemimpin sepertinya sudah dilakukan, hanya saja belum terlalu baik (manusia juga tidak sempurna).

Bagaimana bisa saya mengatakan bahwa manusia adalah aktor perusak bumi ini? Read more…

Madani and I

karya anaka suh MadaniGak tau, tiba-tiba pengen nulis tentang pengalaman ku di Madani. Abisnya banyak kenangan juga sih. Seru, menyenangkan, haru, dan pastinya W.O.W bukan P.H.P hohohoho

Bentar aku coba jelasin dulu apa itu Madani. Nahh Madani itu satu badan semi otonom dalam keluarga muslim teknik . Madani itu singkatan dari Masyarakat peduli anak negri. Madani ini konsen ngangkat isu tentang anak-anak dan pendidikan, selain itu juga bergerak dalam bidang pemberdayaan masyarakat. Udah kebayang gimana madani itu? harusnya udah mudeng lah😀

Dari awal aku masuk teknik UGM, aku udah milih Madani sebagai wadah untuk berorganisasi, mencari teman, dan mencari pengalaman pastinya.  Soalnya ngeliat departemen-departemen lain yang ditawarin dalam KMT (keluarga muslim teknik)kayaknya yang paling seru ya madani ini. jadilah saya milih madani dan berkecimpung, nyebur dan berenang didalamnya. Seru, memang seru kerja didalamnya. Kegiatannya macem-macem, Read more…

Papan tulis putih dan papan tulis hitam

Apakah sekolah yang pake’ papan tulis yang warnanya hitam lebih tertinggal daripada sekolah yang pake papan tulis putih? saya rasa tidak. sebuah papan tulis, tidak bisa dijadikan alasan pelabelan sebuah sekolah yang keren dan sekolah yang gak mutu. semua sekolah itu sama kok pada dasarnya, sekolah adalah ruang yang di dalamnya ada aktivitas belajar-mengajar. mau di sekolah itu pake papan tulis hitam ataupun papan tulis putih, semuanya sama-sama media bagi bapak-ibu guru menyampaikan ilmunya. apakah media papan tulis ini begitu berpengaruh pada tingkat kecerdasan murid suatu sekolah? jawabannya tentu tidak.

dulu aku ngerasa sekolah yang pke papan tulis putih itu keren, karena selama aku sekolah SD sampai SMP di sekolahku yang ada dan biasanya digunakan papan tulis hitam dengan pasangannya kapur putih. baru di SMA, aku belajar dengan guru2ku menggunakan media papan tulis putih, tapi sebenernya gak sepenuhnya putih. karena sebelahnya papan tulis hitam dan sebelah lainnya dengan papan tulis putih. saat itu aku ngerasa kalo aku sekolah di tempat yang keren, ” wow sekolah ku ada papan tulis putihnya loh, gak pake kapus tulis, tapi pake spidol hitam untuk nulis diatas papannya”. Read more…

Post Navigation