Dewiultralight08's Blog

Just another WordPress.com site

Makna Pembangunan Berwawasan Kependudukan

“Indonesia telah mengambil strategi pembangunan ekonomi yang tidak sesuai dengan potensi serta kondisi yang dimiliki.” Ini adalah kutipan dari jurnal “Menuju Pembangunan berwawasan Kependudukan”, dimana dalam jurnal ini mengulas tentang kondisi pembangunan yang berlangsung di Indonesia. Maksud dari kutipan ini adalah bahwa Indonesia saat ini tengah menjalankan suatu strategi pembangunan wilayah yang kurang tepat. Dimana pemerintah lebih mengedepankan pertumbuhan ekonomi dibandingkan dengan peningkatan kualitas manusianya.

Dalam jurnal ini dituliskan bahwa pembangunan berwawasan kependudukan merupakan pembangunan yang menjadikan penduduk sebagai subjek dan objek dalam pembangunan. Hal ini sesuai dengan GBHN di Negara kita. Selain sebagai subjek dan objek pembangunan, pembangunan yang berwawasan kependudukan merupakan pembangunan yang menekankan pada peningkatan mutu sumber daya manusianya (penduduk). Dan Negara Indonesia belum sepenuhnya menjalankan pembangunan yang berwawasan kependudukan ini, meskipun pencanangan pembangunan yang berwawasan kependudukan ini telah lama di kumandangkan. Hal ini terjadi karena Negara Indonesia memiliki kecendrungan untuk mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi dan mengejar pertumbuhan ekonomi sebagai simbol ukuran atau indikator keberhasilan dalam pembangunan nasional tanpa melihat potensi penduduk yang dimiliki. Hal seperti yang telah dituliskan sebelumnya. Sehingga menyebabkan terjadinya disparitas pendapatan antar wilayah, antar kawasan bahkan sampai antar individu.

Pembangunan ekonomi dan peningkatan laju pertumbuhan ekonomi pada hakekatnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk sendiri. Namun tidak mungkin bahwa pembangunan yang tujuannya mulia tersebut justru mengahasilkan suatu keadaan yang bertentangan dengan tujuan itu sendiri atau dengan kata lain perhatian khusus terhadap pembangunan ekonomi gagal dalam memberikan solusi untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk. Di berbagai media, baik media cetak maupun elektronik saat ini mengangkat berita yang menyatakan bahwa laju pertumbuhan ekonomi di Indonesia setiap tahunnya mengalami kenaikan. Akan tetapi sejalan itu pula media masa turut memberikan berita tentang keadaan masyarakat Indonesia yang memprihatinkan. Kesejahteraan penduduk yang tertuang dalam UUD 1945 sebagai salah satu cita-cita bangsa Indonesia saat ini belum bisa terpenuhi. Dari media masa kita masih mendengar dan melihat bahwa masyarakat Indonesia sebagian besar masih berada dibawah garis kemiskinan.  Padahal pertumbuhan laju ekonomi kita saat ini sangat tinggi di Asia. Dengan melihat fakta ini kita tidak bisa menutup mata dan telinga. Mengapa hal ini bisa terjadi? Apakah ada yang salah dengan sistem dan strategi pembangunan di Indonesia? Ada banyak pertanyaan dan masalah-masalah yang harus diselesaikan.

Makna dari pembangunan berwawasan kependudukan lainnya adalah meningkatkan mutu dan kualitas penduduk itu sendiri, selain menjadikan penduduk sebagai subjek dan objek pembangunan. Karena jumlah penduduk yang banyak dan tidak dibarengi dengan mutu serta kualitas yang dimiliki akan menjadi beban dalam pembangunan. Dimensi penduduk dalam pembangunan memiliki kedudukan yang sangat penting dan sangat berpengaruh dalam perkembangan serta kemajuan pembangunan wilayah. Ada beberapa alasan mengapa penduduk merupakan salah satu dimensi yang  mempengaruhi pembangunan.

Pertama, penduduk merupakan pusat dari seluruh kebijakan dan program pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. Seperti yang telah dikemukakan diawal dan sudah berulang kali dikatakan bahwa penduduk adalah subjek dan objek pembangunan. Sebagai subjek pembangunan maka penduduk harus dibina dan dikembangkan agar mampu menjadi penggerak pembangunan atau dengan kata lain harapannya penduduk memiliki peran dalam perencanan pembangunan dan proses pembangunannya. Sebaliknya, pembangunan juga harus dapat dinikmati oleh penduduk yang bersangkutan. Dengan demikian, pembangunan harus dikembangkan dengan memperhitungkan kemampuan penduduk agar seluruh penduduk dapat berpartisipasi aktif dalam dinamika pembangunan tersebut. Harapannya agar tercipta rasa memiliki dari hasil pembangunan yang telah dilakukan bersama oleh pemrintah dan masyarakat. Pembangunan baru dapat dikatakan berhasil jika mampu meningkatkan kesejahteraan penduduk dalam arti luas yaitu kualitas fisik maupun nonfisik yang melekat pada diri penduduk itu sendiri.

Kedua, keadaan penduduk yang ada sangat mempengaruhi dinamika pembangunan yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah. Jumlah penduduk yang besar, jika diikuti dengan kualitas penduduk yang memadai, akan merupakan pendorong bagi pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, jumlah penduduk yang besar, jika diikuti tingkat kualitas yang rendah, menjadikan penduduk tersebut hanya sebagai beban bagi pembangunan nasional. Hal ini juga sudah disinggung diawal pembahasan. Iskandar (1974) memperkirakan bahwa tanpa adanya program pengendalian pertumbuhan penduduk maka jumlah penduduk Indonesia pada tahun 1995 akan berjumlah 237 juta jiwa. Kenyataannya, jumlah penduduk pada tahun tersebut adalah sekitar 194 juta jiwa. Dengan demikian, program pengendalian pertumbuhan penduduk telah berhasil melakukan penghematan untuk berbagai pengeluaran bagi sekitar 43 juta jiwa penduduk. Pengeluaran tersebut dapat digunakan untuk program lain yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas penduduk, seperti kesehatan dan pendidikan, yang sangat diperlukan intuk investasi pada masa mendatang.

Ketiga, dampak perubahan dinamika kependudukan baru akan terasa dalam jangka yang panjang. Karena dampaknya baru terasa dalam jangka waktu yang panjang, seringkali peranan penting penduduk dalam pembangunan terabaikan. Sebagai contoh hasil program keluarga berencana yang dikembangkan tahun 1968, baru dapat dinikmati di tahun 1998-2000 an. Dengan demikian, tidak dimasukkannya dimensi kependudukan dalam rangka pembangunan nasional sama artinya dengan menyengsarakan generasi penduduk pada masa mendatang. Tidak adanya perencanaan yang menangani maslah jumlah dan kualitas penduduk akan memberikan dampak tidak bagus dalam pembangunan kedepannya. Jika saat ini belum ada perencanaan tentang hal ini maka akan terjadi pembangunan yang sangat pelik di masa 30 tahun yang akan datang.

Dari penjelasan diatas kita dapat mengetahui definisi pembangunan yang berwawasan kependudukan, dimana dimensi penduduk sangat penting perannya selain dimensi pertumbuhan ekonomi dalam suatu pembangunan wilayah ataupun Negara. Jumlah dan kualitas penduduk merupakan salah satu pertimbangan yang sangat penting dalam perencanaan kota dan wilayah. Dengan jumlah penduduk yang tidak terkendali akan timbul kekhawatiran pemborosan uang Negara, karena seiring dengan pertumbuhan penduduk maka pemenuhan kebutuhan penduduk terhadap sarana dan prasarana akan turut meningkat. Disisi lain jumlah penduduk yang banyak juga dapat menjadi aset, selagi pemerintah dapat memanajemen dan mengarahkan penduduk (sebagai dimensi pembangunan) untuk menjadi kekuatan baru dalam pembangunan wilayah.  Akan tetapi melihat kecendrungan yang terjadi serta gaya pemrintahan yang ada saat ini, ada baiknya jika pemerintah memperhatikan dalam hal pengendalian jumlah penduduk Indonesia yang saat ini tidak terkontrol.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: